Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com

DPD PEKAT INDONESIA BERSATU KABUPATEN ASAHAN

Sebagai bangsa yang besar dengan secara sadar, memiliki rasa tanggung jawab penuh dan turut ikut serta wajib membela dan menegakkan Persatuan dan Kesatuan serta Keutuhan bangsa dan Negara INDONESIA, merupakan bagian dari iman yang dapat diaktualisasikan dalam setiap peran kehidupan bermasyarakat dimanapun kita berada serta merupakan refleksi dari Undang Undang No. 20 Tahun 1982 pasal 2.

MUHAMMAD SYIHABUDDIN

KETUA DPD PEKAT INDONESIA BERSATU KABUPATEN ASAHAN

EFRIANTO RANY

SEKRETARIS DPD PEKAT INDONESIA BERSATU KABUPATEN ASAHAN

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI KEGIATAN "DANA DESA UNTUK RAKYAT SEJAGTERA"

AGUS RAMANDA

WAKIL KETUA BIDANG OKK DPD PEKAT INDONESIA BERSATU KABUPATEN ASAHAN

Friday, 11 May 2018

Politisi Gerindra Tagih Sederet Janji Jokowi Saat Pilpres 2014


Janji Presiden Joko Widodo akan menuntaskan kasus 12 Mei 1998 Trisakti ditagih. Tanggal 12 Mei 1998 merupakan sejarah reformasi di Indonesia. Tragedi Trisakti dalam rangka menumbangkan pemerintahan Orde Baru itu menewaskan empat mahasiswa Trisakti, yakni Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie.

"Sejauh mana penyelesaian kasus tersebut, sudah empat tahun Presiden berjanji kok kasus ini tanda-tanda penyelesaiannya belum jelas," kata Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade dalam pesan singkat, Jumat (11/5)

Jokowi saat memutuskan maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014, tepatnya pada Senin 12 Mei 2014, berjanji akan menuntaskan kasus tersebut jika diberi amanah rakyat Indonesia menjadi Presiden Republik Indonesia 2014-2019.

Andre yang juga mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trisakti zaman reformasi mengatakan, sudah empat tahun janji disampaikan, namun tidak ada upaya dari Presiden Jokowi menyelesaikan kasus tersebut.

Padahal, sejarah reformasi itu turut melambungkan namanya dari Walikota Solo menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi Presiden Republik Indonesia. Janji yang telah diucapkan semestinya ditunaikan.

"Jangan janji sekadar janji manis seperti janji-janji lain tidak dilaksanakan," kata Andre.

Disinggung janji lain dimaksud seperti janji bakal menghentikan kebijakan impor pangan jika terpilih menjadi Presiden 2014-2019. Pada Rabu 2 Juli 2014, dalam sebuah acara di Cianjur, Jawa Barat, Jokowi berjanji akan menghentikan impor beras karena Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah dengan tanah yang subur. Seharusnya, kata Jokowi saat itu, Indonesia menjadi negara pengekspor bukan pengimpor.

"Kita harus berani stop impor pangan, stop impor beras, stop impor daging, stop impor kedelai, stop impor sayur, stop impor buah, stop impor ikan. Kita ini semuanya punya kok. Bayangkan, kita jerih payah produksi, eh ada impor. Kejadian itu yang membuat kita malas berproduksi. Oleh sebab itu, petani harus dimuliakan," jelas Andre mengutip pernyataan Jokowi kala itu.

Andre juga menyebutkan janji Jokowi akan membeli kembali perusahaan telekomunikasi Indosat yang sebelumnya dijual pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Dalam debat calon presiden, Minggu 22 Juni 2014, Jokowi menyatakan soal klausul bisa dibeli kembali oleh pemerintah. Bahkan, hal-hal strategis seperti Indosat jadi incaran pertama yang akan dilakukan Jokowi jika jadi Presiden RI.

"Mana realisasi janji Jokowi tuntaskan kasus 12 Mei 1998 Trisakti. Nyatanya sampai sekarang janji-janji manis itu kan sampai sekarang tidak ada kejelasan, tidak ada progressnya sampai dimana, janji stop impor beras mana? Janji buy back Indosat mana?" kata Andre.

Masih kata Andre, rakyat Indonesia menunggu janji demi janji yang telah diucapkan Presiden Jokowi. Keluarga korban peristiwa Mei 1998 berharap banyak janji Jokowi ditunaikan, bukan sekadar menjadi lips service untuk meraih dukungan suara.

"Penuntasan kasus pelanggaran HAM berat itu jelas-jelas termuat dalam program Nawa Cita, tetapi sampai empat tahun pemerintahan Jokowi tidak ada kejelasan. Janji Jokowi melukai perasaan rakyat Indonesia," tutup Andre.


Sumber: merdeka.com

Kapolri Dispensasi Anak Bripka Frence Masuk Polisi

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan anak Bripka Frence

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan kebijakan talent scouting kepada calon bintara Polri, Irfan Sang Frence. Irfan adalah anak Bripka Marhum Frence, yang gugur disabet pisau beracun di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Tadi saat Pak Kapolri melayat almarhum Aipda Anumerta Marhum Frence di Mako Brimob, beliau bertemu dengan putra dari almarhum yang bernama Irfan Sang Frence," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal lewat pesan singkat, Jumat (11/5/2018).

"Pak Kapolri membantu keluarga dengan memberikan kebijakan talent scouting atau dispensasi untuk masuk polisi," sambung Iqbal.

Aipda Anumerta Marhum Frence memiliki tiga anak. Tito berharap, dengan menjadi polisi, Irfan dapat meringankan beban keluarga.

"Almarhum meninggalkan istri dan tiga anak. Ini yang mau masuk Polri adalah anak tertua. Sehingga Pak Kapolri berharap ananda bisa meringankan beban keluarga," tutur Iqbal.

Bripka Frence disabet dengan senjata tajam setelah mengamankan pelaku saat melakukan penjagaan di Mako Brimob. Bripka Frence, pada Jumat (11/5) dini hari, meminta bantuan Briptu Gustriuce dan Bripka Rahmad Muin untuk menemui pelaku.

Frence kemudian membawa pelaku ke kantor Satintel Mako Brimob untuk diperiksa. Namun pelaku mengeluarkan pisau dan menyabet Bripka Frence. Setelah itu, Bripka Frence langsung dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.


Sumber: news.detik.com

Wakapolri: Napi Teroris Lakukan Perakitan Bom di Mako Brimob


Wakapolri Komjen Syafruddin


Wakapolri Komjen Syafruddin menyatakan bahwa ledakan yang terdengar di Mako Brimob pagi ini adalah proses sterilisasi.

Menurut Syafruddin, para napi sempat merakit bom. "Mereka selama 40 jam melakukan penyanderaan dan mereka juga melakukan kegiatan-kegiatan perakitan bom dan sebagainya.

Itu tadi yang diledakkan adalah hasil-hasil bom yang sudah berhasil dirakit," kata Syafruddin di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).



Proses sterilisasi ini akan memakan waktu hingga 6 jam ke depan. Menurut Syafruddin, semua akan terbuka bila sterilisasi telah selesai.



Syafruddin menegaskan, Polri telah melakukan pendekatan lunak dalam upaya penanggulangan teroris ini. Polri telah bersikap objektif meski 9 anggotanya menjadi korban.

"Kami sudah berikan yang terbaik, sudah sabar, walaupun anggota kami ada 9 korban, 5 gugur, 4 masih mengalami cedera bahkan trauma di rumah sakit," ujar Syafruddin.


Sumber: news.detik.com

Tertarik Kerja Di Anak Usaha KAI, Ini Info Pendaftarannya


Salah satu anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), yaitu PT. Reska Multi Usaha atau disebut Reska kembali lowongan kerja. Anak perusahaan PT KAI yang berdiri pada tahun 2003 ini, berfungsi sebagai Quality Control Officer. Pendaftaran lowongan kerja dibuka hingga 16 Mei 2018.

Mengutip Instagram resmi Reska, Kamis (10/5), persyaratan bagi pelamar, lamaran, dan tata cara pendaftaran kerja:

Petugas Kendali Mutu
Persyaratan:

  1. Pria atau wanita;
  2. Maksimal 30 tahun;
  3. Pendidikan minimal D3 (Tata Boga, Teknologi Pangan, llmu Gizi);
  4. Mempunyai wawasan luas tentang menu nusantara dan menu internasional;
  5. Menguasai tahu tentang jenis-jenis makanan untuk bahan baku menu makanan;
  6. Bersedia kerja shift, melakukan perjalanan dinas, dan ditempatkan di Jakarta.
Persyaratan File Lamaran
- Curriculum Vitae (CV);
- Foto 4x6 cm;
- KTP / SIM;
- Ijazah;
- Pekerjaan Paklaring / Kontrak;
- Surat Keterangan Sehat;
- SKCK;
- Sertifikat (jika ada).

Tata Cara Pendaftaran
Jika Anda tertarik dan memenuhi persyaratan, silakan segera lakukan registrasi online melalui Google Form di sini .

Ingat, daftar lowongan kerja hingga 16 Mei 2018.

TNI AD Kembali Jadi Juara Dunia Menembak AASAM 2018 Di Australia

Juara TNI AD AASAM 2018.

TNI AD kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah dunia dengan menjadi Juara Jenderal Tentara Senjata Skill Australia pada Pertemuan (AASAM) 2018. Ini adalah lomba tembak bergengsi antar Angkatan Darat dari 18 negara di kawasan Asia Pasifik Amerika dan Eropa. Sudah 11 tahun TNI AD merajai perlombaan ini.

TNI meraih 36 Medali Emas, 18 Perak dan 13 Perunggu, berikutnya Australia dengan meraih 9 medali Emas, 4 Perak dan 10 Perunggu, ditempat ketiga Malaysia meraih 8 Medali Emas, 6 Perak dan 2 Perunggu.

Lomba Tembak ini dilaksanakan oleh Angkatan Darat Australia (Australia Army) dan berlangsung selama 18 hari mulai tanggal 23 April hingga 10 Mei 2018, di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia. Materi yang dilombakan meliputi Materi Senapan dan Pistol serta Sniper.

Pada lomba tembak AASAM tahun 2018 ini, TNI Angkatan Darat menerjunkan 12 atlet menembaknya terdiri dari Kostrad 5 orang, Kopassus 4 orang, Kodam XIV / Hasanuddin 2 orang dan Kodam Jaya 1 orang dengan 4 resmi.

Sebagai Komandan Kontingen Kolonel Inf Khabib Mahfud, SIP yang kesehariannya sebagai Komandan Brigif Raider 13/1 Kostrad.

Rencana kedatangan tim TNI AD dari Australia ke tanah air dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 13 Mei 2018 pukul 13.00 WIB dengan menggunakan Maskapai Garuda Indonesia.

Prestasi ini makin mengukuhkan TNI AD sebagai tim petembak terbaik dunia. Bravo TNI AD.


Sumber: merdeka.com

Thursday, 10 May 2018

Pasca Rusuh Mako Brimob, Wiranto Harap Revisi UU Terorisme Segera Rampung

Wiranto

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menganggap pentingnya penyelesaian revisi Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Anti-terorisme).

Apalagi, pasca insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Di mana akibat kerusuhan tersebut menyebabkan lima anggota Polri meninggal dunia.

"Oleh karena itu, kami sekarang sedang mencoba untuk merevisi Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme itu yang belum selesai," kata Wiranto di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5).

Menurut Wiranto, revisi UU Terorisme ini untuk menjadi acuan kepada aparat penegak hukum melakukan upaya penanggulangan terhadap aksi terorisme yang terjadi di kemudian hari.

"Justru kita mengharapkan segera selesai agar kita punya acuan hukum yang jelas khusus untuk ancaman terorisme kita sudah punya acuan ancaman hukum seperti ini," ujarnya.

Selain itu, Wiranto menganggap, insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob ini seharusnya menjadi pembelajaran bagi aparat penegak hukum untuk membenahi aturan-aturan tentang penanggulangan teror. Termasuk perlakuan bagi narapidana terorisme.

"Bahwa perlu adanya suatu perbaikan-perbaikan administrasi dan aturan-aturan, maupun hal-hal yang menyangkut menahan atau rutan bagi terorisme. Apakah adanya fasilitas yang perlu disempurnakan apakah overload yang perlu dibagi, apakah perlakuan-perlakuan yang khusus pada para terorisme," tandas Wiranto.


Sumber: merdeka.com

Wakapolri: Senjata Dan Handphone Narapidana Teroris Hasil Rampasan

Wakapolri Komjen Syafruddin Temui Ulama.

Wakapolri Komjen Syafruddin memastikan senjata tajam dan handphone yang dipegang para narapidana kasus teroris di Mako Brimob, merupakan hasil rampasan. Mereka, dia menambahkan, merampas barang-barang tersebut dari anggota Polri yang menjadi korban kerusuhan.

"Kan dia (napiter) jebol kemana-mana, ada kaca, besi, dijebol semua, sekat semua dijebol jadi alat-alat peralatan yang ada di ruang itu didapatkan, (handphone) rampasan," katanya di Istana Bogor, Kamis (10/5).

Dia menambahkan dengan hasil rampasan tersebut, para napi terorisme diduga menganiaya lima anggota Polri. Bahkan para narapidana teroris tersebut bisa melakukan live di media sosial.

"Tidak ada temuan simpanan (sajam maupun handphone), ini rampasan," jelas Syafruddin.

Sementara terkait lamanya akhir penanganan aksi narapidana teroris tersebut, kata Syafruddin, kepolisian menanganinya secara hati-hati. Mengingat saat itu masih terdapat Bripka Kepala Iwan Sarjana yang disandera.

"Kami ingin selamat, tadi pagi satu sandera selamat, baru melakukan tindakan tegas," ujar Syafruddin.

Selain itu, Syafruddin mengungkapkan, 145 napi teroris saat ini sudah dibawa ke lapas di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kemudian 10 narapidana sisanya, masih ditahan di Mako Brimob.

"Ini evaluasi tim investigasi," tandas mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri ini.


Sumber: merdeka.com

Sering Ke Toilet, Ternyata Peserta SBMPTN Ini Lahirkan Bayi Tampan!

Bayi yang dilahirkan oleh peserta SBMPTN.

Ada kejadian mengejutkan di balik pelaksanaan SBMPTN tahun ini. Seorang petugas kebersihan Fakultas Bahasa Universitas Hasanudin Makassar bernama Suri kaget saat ingin membersihkan kamar mandi. Bagaimana tidak, pada Selasa siang (8/5), dia mendengar tangis bayi  dari dalam kamar mandi.

Setelah dilihat, ternyata benar. Ada bayi yang berada di dalam tangki air kloset duduk.

"Awalnya saya takut, tapi saya beranikan diri untuk mencari dari mana suara itu berasal," ujar wanita berusia 41 tahun tersebut.

"Saya sempat cari di bak air kamar mandi, tapi tidak ada. Ternyata, bayi itu ada di dalam bak (tangki) air kloset," jelasnya.

Suri lalu menggendong bayi berjenis kelamin laki-laki itu keluar toilet sambil meminta bantuan kepada pihak keamanan kampus. "Saya gendong keluar, masih ada ari-arinya. Lalu saya telepon pihak kampus," ucapnya.Bayi itu kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Pendidikan Unhas untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Kapolsek Tamalanrea, Kompol Bachtiar, membenarkan kejadian yang sempat menghebohkan peserta SBMPTN yang sedang ujian pada hari itu juga. "Iya kebetulan SBMPTN. Bayi itu selamat beruntung cleaning service itu sigap," kata Bachtiar kepada Liputan6.com.

Bachtiar menyebutkan bahwa bayi tersebut dilahirkan normal dengan berat 1,4 kilogram. Setelah penemuan bayi itu, ia langsung menugasi anggotanya untuk menyelidiki ibu dari bayi tampan itu.

"Saya tugaskan Kepala Unit 2 Reserse Kriminal Polsek Tamalanrea untuk selidiki," ungkapnya.

Tak berselang lama, aparat kepolisian berhasil mengidentifikasi ibu bayi tampan itu. Dia adalah IY (18), peserta SBMPTN yang dilaksanakan di Universitas Hasanuddin Makassar.

"Tak lama, setelah kita periksa beberapa saksi dan rekaman CCTV kita berhasil mengamankan ibu bayi itu," lanjut Bachtiar.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan pascamelahirkan, IY (18) kemudian digelandang ke markas Polsek Tamalanrea untuk menjalani interogasi lanjutan.

Terpisah, Kepala Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, membenarkan IY adalah peserta SBMPTN yang dilangsungkan di Pusat Bahasa, Fakultas Bahasa Universitas Hasanuddin.

Ishaq menuturkan, IY mulanya mengeluhkan sakit perut pada saat ujian SBMPTN sesi kedua berlangsung. IY kemudian meminta izin untuk ke toilet.

"Dia bolak-balik toilet itu tiga kali. Nah, yang ketiga itu tinggal agak lama. Kemungkinan di situ dia sudah melahirkan," ucapnya.

Pihak penyelenggara ujian SBMPTN, kata Ishaq, selalu mengawasi peserta untuk keluar masuk ruang ujian karena dikhawatirkan ada yang melihat sontekan. Aturan itu juga berlaku saat IY ke toilet.

"Pas ke toilet yang ketiga kalinya itu, kita lihat dia sangat kesakitan, makanya kita siapkan tim medis. Tapi saat itu, kita belum tahu kalau dia sudah melahirkan," ucapnya.

Tim medis yang memeriksa kesehatan IY sebenarnya sempat curiga, tapi IY ngotot mengaku kondisinya baik-baik saja. "Tim medis sempat masuk ke toilet, tapi tidak mendengar suara tangisan bayi, tim medis hanya mencium bau amis," ujarnya lagi.

Atas kejadian itu, Ishaq memastikan bahwa keikutsertaan IY dalam ujian SBMPTN telah digugurkan. Langkah itu diambil sesuai dengan peraturan yang ada.

"Dia ada masalah medis, jadi dia dinyatakan tidak ikut kembali ujian," kata Ishaq.

Hal ini mengingatkan kita pada cerita Rustina yang tega membuang bayinya sendiri yang berumur tiga hari ke tong sampah.


Sumber: merdeka.com

GM-PEKAT IB Sumut Apresiasi Keberhasilan Polres Asahan Ungkap Pencurian Besi Jembatan

Khairul Anhar Harahap (Ketua GM-PEKAT SUMUT)

Kejahatannya terbilang kecil, namun dampaknya bisa membahayakan nyawa orang banyak dan diharapkan menjadi perhatian pihak Dinas PUPR Provinsi Sumut.

Hal itu ditegaskan Khairul Anhar Harahap SH Ketua Gerakan Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM-PEKAT IB) Sumatera Utara, Selasa (8/5) saat mengapresiasi keberhasilan Unit Jatanras dalam mengungkap kasus pencurian besi penyangga pada jembatan yang terbentang di atas sungai Silau atau di Jalan Jend. A Yani Kisaran.

“Kejahatannya terbilang kecil, namun akibatnya bisa berdampak dengan masyarakat luas terutama para pengguna jalan dan besar harapan kejadian ini bisa menjadi perhatian serius pihak Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara,”tegas Khairul Anhar Harahap.

Pada kesempatan ini, atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih atas kinerja Unit Jatanras di bawah kendali Ipda Mhd Khomaini, “beliau masih muda, namun memiliki kemampuan yang mumpuni,”ujarnya memuji anggota AKBP Yemi Mandagi itu.

Khairul juga menyangkan sikap Dinas PUPR yang mengaku sudah mengetahui ada pencurian besi penyangga jembatan pada tahun 2012 silam, jika sudah mengetahui mengapa tidak melaporkan mengingat jembatan itu memiliki beban yang cukup besar, “copot saja pejabat yang tidak memiliki kepekaan terhadap kejadian itu,”pintanya.

“Menjadi pertanyaan, dikemanakan dana perawatan jembatan selama ini diposkan, atau jangan-jangan masuk kantong,”tudingnya.


Sumber: brataindo.com

Wiranto: Napi Teroris Menyiksa, Membunuh Dengan Keji Di Luar Batas Kemanusiaan

Napi Mako Brimob Serahkan Diri.

Menko Polhukam Wiranto tegas menyebut bahwa tidak ada toleransi terhadap aksi terorisme yang menyandera dan membunuh lima polisi secara keji di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Wiranto menyebut aksi para napi itu di luar batas kemanusiaan.

"Mereka melakukan aksi menyandera, merampas senjata, menyiksa, bahkan membunuh dengan keji aparat keamanan dengan cara-cara yang keji di luar batas kemanusiaan," kata Wiranto di Mako Brimob Mabes Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5).

Pemerintah, kata Wiranto, memilih sikap tegas merespons aksi-aksi terorisme di Indonesia, tanpa toleransi dan tidak pandang bulu.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan 155 tahanan terorisme menyerahkan diri setelah membuat kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Kini seluruh napi dibawa ke Nusakambangan.

"Dipindahkan ke Nusakambangan. Sedang dalam perjalanan, seluruhnya," ucap Komjen Syafruddin.

Seperti diketahui, napi teroris mulai berulah sejak Selasa (8/5) kemarin sekitar pukul 19.00 WIB. Pemicunya soal makanan yang dikirim dari pihak keluarganya. Napi teroris atas nama Wawan menjadi provokator kerusuhan berdarah ini.

Lima polisi gugur. Mereka adalah Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dan Briptu Luar Biasa Anumerta Fandy Nugroho.

Total ada 156 tahanan terorisme yang menyandera 9 orang polisi. Satu napi teroris yang tewas karena melakukan perlawanan adalah Abu Ibrahim alias Beny Syamsu. 155 sisanya menyerahkan diri.


Sumber: merdeka.com

4 Tokoh Indonesia Jadi Nama Jalan Di Luar Negeri


Beberapa nama jalan di kota-kota Indonesia menggunakan nama pahlawan. Tujuannya agar masyarakat bisa mengenal dan mengenang jasa mereka. Tak hanya di dalam negeri, nama pahlawan dan tokoh terkenal Indonesia juga digunakan sebagai nama jalan di kota-kota di luar negeri.

Selain karena jasanya, pemberian nama jalan ini juga berkaitan dengan hubungan kedua negara. Berikut beberapa negara yang memberi nama jalan di kota mereka dengan nama tokoh di Indonesia:

1. Jalan Ir Soekarno

Jalan Sukarno Pakistan.

Nama Soekarno menjadi nama jalan di Pakistan, yaitu Jalan Soekarno. Jalan itu dekat Peshawar. Ada juga dua tempat di Pakistan yang menggunakan nama Soekarno, yaitu Soekarno Square Khyber Bazar, Peshawar, dan Sukarno Bazar, Lahore. Penamaan ini menjadi salah satu cara untuk mengenang jasa Soekarno yang telah membantu Pakistan saat konflik dengan India.

Jerman, Amerika Serikat, masih ingat Jasa Bung Karno yang mengirim TNI AL berpatroli di laut selatan Pakistan saat konflik memanas antara Pakistan dan India pada tahun 1965. Malah, Penduduk Pakistan Quaid Azzam Ali Jinnah pernah melakukan upaya untuk segala upaya Belanda yang singgah di Pakistan pada 1947, jelita Belanda ingin menyerang Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga merupakan jasa dari Pakistan, yang melakukan penyedotan yang dilakukan rombongan sekutu. Rombongan menghitung kembali Pakistan yang tadinya diperintahkan menyerang Indonesia hingga mencapai puncaknya di Surabaya November 1945. Namun mereka berontak dan memilih berperang di sisi Indonesia. Dari total 600 tentara Pakistan, sebanyak 500 orang gugur di Surabaya. Pada Agustus 1995, Indonesia memberikan medali Indenpendece War Awards untuk tentara Pakistan ini.

2. Jalan Munir Said Thalib

Jalan Munirpad di Belanda.

Nama Almarhum Munir Said Thalib atau yang lebih dikenal dengan panggilan Munir menjadi nama jalan di Kota Den Haag, Belanda. Pemerintah Belanda menamakan jalan tersebut "Munirpad, Indonesische voorvechter van de bescherming de rechten van de mens" atau "Jalan Munir, Advokat pejuang HAM Indonesia".

Nama Jalan Munir itupun nantinya juga akan berada dalam satu kawasan, dengan beberapa nama jalan lainnya, yang juga dinamai dengan nama-nama tokoh terkenal di dunia.

3. Raden Adjeng Kartini

RA Kartini Belanda.

Raden Adjeng Kartini dikenal di Indonesia sebagai pejuang hak-hak emansipasi wanita. Kartini juga dikenal oleh negara lain sebagai seorang tokoh feminis dari Indonesia. Salah satunya adalah Belanda. Sebagai bentuk penghormatan terhadap Kartini, negeri kincir angin tersebut mengabadikan nama pahlawan asal Jepara, Jawa Tengah, itu sebagai nama jalan. Tak hanya satu, tetapi empat tempat sekaligus.

Keempat nama jalan yang dalam bahasa Belanda disebut R.A Kartinistraat berlokasi di kota Utrecht, wilayah Haarlem, Kota Venlo, dan kota Amsterdam. Semasa hidupnya, Kartini memang sering mengirimkan surat-surat dan tulisannya pada surat kabar di Belanda. Tak heran jika namanya dikenal dengan baik oleh negara kincir angin tersebut.

4. Jalan Mohammad Hatta

Jalan Mohammad Hatta Belanda.

Wakil Presiden Mohammad Hatta Melihat pernah menimba ilmu di negeri Belanda. Selama di kincir angin, Hatta dikenal sebagai aktivis kemerdekaan Indonesia. Pada 1987 Walikota RH Claudius menggunakan nama Mohammad Hatta sebagai nama jalan. Lokasi Mohammad Hattastraat atau Jalan Mohammad Hatta berada di kawasan Harleem, Belanda.

Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perguruan tinggi di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut merupakan suatu organisasi bagi para pelajar. Namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).


Sumber: merdeka.com

Gadis Dibakar Pacar Hidup-hidup di Medan, Sempat Berlarian Minta Tolong dengan Tubuh Terbakar

Dellisa Ayu Latifah

Kasus penganiayaan lantaran persoalan asmara kembali terjadi. 
Kali ini korbannya adalah Dellisa Ayu Latifa (16) warga jalan Manggan 5 Lorong Benteng, Medan, Sumut. 
Dia dibakar oleh pacarnya, Iwan alias Kincit (35).

Keduanya telah menjalin hubungan asmara sejak 6 bulan lalu.
Dellisa dibawa ke RS Mitra Medika pada Senin (6/5/2018) malam untuk menjalani perawatan intensif.
Delisa menderita luka bakar 65 persen di sekujur tubuhnya. 
Tribun Video melansir Tribun Medan, insiden ini bermula saat Dellisa pergi mengunjungi temannya, Mulia Anggraini 16 di Jalan RPH, Mangaan 1, Lingkungan 11 Gang Sukamaju Mabar. 

Korban mengaku galau karena sedang bertengkar dengan pacarnya. 
Anggraini mengatakan, pelaku ada dua orang, yaitu Iwan dan temannya Putra Tomblek. 
Dia mengatakan, Iwan merasa cemburu karena menduga Dellisa selingkuh.
Setelah terlibat cekcok melalui telepon, Iwan ngajak korban ketemu, tetapi ditolak. 

"Nggak lama disuruhnya Putra datang ke rumahku untuk jemput Dellisa. Sempat dipaksa dan ditarik-tarik tapi korban nggak mau," katanya dikutip dari Tribun Medan. 
Kincit kemudian datang membawa jeriken berisi bensin, dia memaksa Dellisa keluar. 

Namun, karena Dellisa tak mau keluar, dia masuk ke rumah Anggraini dan menyiram bensin ke tumbuhnya. 
Dellisa yang tubuhnya sudah terbakar keluar mengejar pelaku dan minta tolong. 
20 menit kemudian api bisa dipadamkan, Dellisa dilarikan ke rumah sakit. 

Simak videonya di dibawah ini:

Wednesday, 9 May 2018

5 Peristiwa Yang Terjadi Sebelum Soeharto Mundur 21 Mei 1998


Kamis, 21 Mei 1998 tepat pukul 09.00 WIB menjadi sejarah untuk Bangsa Indonesia. Presiden Soeharto secara resmi mengundurkan diri dari kursi presiden setelah berkuasa selama 32 tahun. Soeharto mundur digantikan oleh BJ.Habibie.

Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI sejak saya melaporkannya pada hari Kamis, 21 Mei 1998, "kata Soeharto dalam pidato terakhirnya sebagai presiden Indonesia.

Sebelum Soeharto memutuskan mengundurkan diri, banyak yang penting terjadi. Berikut rangkumannya:

1. Krisis Moneter Melanda Indonesia


Krisis uang yang melanda seluruh Dunia berimbas kepada Indonesia. Krisis itu menjadi titik awal gerakan reformasi di Indonesia.

Tercatat pada akhir Januari 1998, nilai rupiah terpuruk di angka Rp 11.050. Krisis bahan pokok juga terjadi. Pengangguran pun semakin meningkat, dari 4,68 juta pada tahun 1997 menjadi 5,46 juta pada tahun 1998. Krisis itu juga yang merupakan tanggung jawab utama kepemimpinan.

2. Demo Besar Tuntut Soeharto Mundur


Gerakan ini mendapatkan momentumnya saat terjadinya krisis moneter pada pertengahan tahun 1997. Saat itu harga-harga kebutuhan melambung tinggi, daya beli masyarakat berkurang. Tuntutan mundurnya Soeharto menjadi agenda nasional gerakan mahasiswa. Ibarat gayung bersambut, gerakan mahasiswa dengan agenda reformasi mendapat simpati dan dukungan dari rakyat.

Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke gedung DPR/MPR, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti. Mereka melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju Gedung Nusantara pada pukul 12.30 WIB. Namun aksi mereka dihadang oleh blokade dari Polri dan militer.

Demo besar menelan korban. Empat mahasiswa Trisakti tewas akibat tertembak.

3. Kerusuhan dan Penjarahan Di Mana-mana


Sementara itu kerusuhan, pembakaran dan penjarahan, diilangan dan terjadi pada 13-14 Mei 1998. Contohnya yang terjadi di Yogya Plaza yang kini dikenal Mall Citra Klender dibakar. 400 Orang dikabarkan tewas pada Mei 1998.

Mal Yogya di Klender Streaming hebat pada 15 Mei setelah dua hari berturut-turut menjadi target penjarahan warga. Tidak ada yang tahu bagaimana api bisa menyebar ketika masih ada orang yang berlomba di lantai dua dan tiga.

4. Harmoko Presiden Presiden Soeharto mundur


18 Mei 1998, sakit sekitar pukul 15.30 WIB, Harmoko di Gedung DPR, yang membahas mahasiswa, ketentuan demi persatuan dan kesatuan bangsa, ketua DPR, baik Ketua dan Wakil Ketua, Presiden RI Soeharto mengundurkan diri secara arif dan bijaksana.

Pidato Harmoko saat itu berlangsung gembira oleh ribuan mahasiswa yang mendatangi Gedung DPR. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena pada malam, pukul 23.00 WIB Menhankam / Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto menyebut bahwa Laporan Harmoko itu merupakan sikap dan pendapat individu, karena tidak dapat dilakukan melalui rapat DPR.

5. 14 Menteri Mundur Secara Bersama-Sama


Presiden Soeharto mengemukakan akan segera mengadakan reshuffle Kabinet Pembangunan VII, dan sekaligus mengganti namanya menjadi Kabinet Reformasi, tapi kabar mengejutkan datang dari empat belas menteri di Kabinet Pembangunan ke-VII, yang menyatakan untuk mengundurkan diri secara bersama-sama dari jabatan mereka.

Ke empat belas menteri yang menandatangani 'Deklarasi Bappenas' tersebut antara lain adalah Akbar Tandjung, AM Hendropriyono, Ginandjar Kartasasmita, Giri Suseno Hadihardjono, Haryanto Dhanutirto, Justika S. Baharsjah, Kuntoro Mangkusubroto, Rachmadi Bambang Sumadhijo, Rahardi Ramelan, Subiakto Tjakrawerdaya, Sanyoto Sastrowardoyo, Sumahadi, Theo L. Sambuaga, dan Tanri Abeng.


Sumber: merdeka.com

4 Upaya Soeharto Pertahankan Kekuatan Sebelum Mengundurkan Diri


21 Mei 1998 menjadi sejarah baru bagi bangsa Indonesia, Presiden Soeharto lengser setelah 32 tahun menjadi orang nomor satu di Indonesia. Banyak perubahan kelam sebelum akhirnya Soeharto mundur. Indonesia dilanda krisis, demo besar-besaran dari mahasiswa menuntut Soeharto mundur, penjarahan, kerusuhan dan kebakaran terjadi di mana-mana. Tragedi Mei 98 yang memakan korban jiwa akan terus berlanjut dalam sejarah, sebagai perjalanan demokrasi di Indonesia.

Di tengah gejolak politik, ekonomi dan sosial saat itu, Soehartolepas untuk menstabilkan kehidupan. Ia berusaha mencari jalan tengah sebelum mengambil pilihan terakhir, mundur. Berikutusaha Soeharto mempertahankan kekuatan sebelum memilih mundur:

1. Bertemu Para Tokoh di Istana Negara


Salah satu peristiwa yang sangat penting untuk dirangkai adalah Soeharto memanggil beberapa tokoh masyarakat untuk dimintai kondisi yang telah menjadi penyebab terjadinya multidimensi yang terjadi.

Mereka yang diundang ke Istana Negara oleh Soeharto pada 19 Mei 1998, atau dua hari sebelum pengunduran diri tokoh sentral Orde Baru adalah Ketua Umum PBNU Abdurrahman Wahid, budayawan Emha Ainun Nadjib, Direktur Yayasan Paramadina Nurcholish Madjid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ali Yafie, Prof. Malik Fadjar dari Muhammadiyah, Guru Besar Hukum Tata Negara dari Universitas Indonesia Yusril Ihza Mahendra, KH Cholil Baidowi dari Muslimin Indonesia, Sumarsono dari Muhammadiyah, dan Achmad Bagdja dan Ma'aruf Amin dari Nahdlatul Ulama.

2. Membentuk Komite Reformasi


Usai bertemu para tokoh tersebut, Presiden Soeharto kala itu ingin membentuk Komite Reformasi dan menunjuk Nurcholish sebagai ketua, namun hal itu ditolak oleh pria yang akrab disapa Cak Nur itu. Yusril Ihza Mahendra yang menjadi dewan khusus, juga gagal mengajak tokoh-tokoh lainnya seperti Amien Rais dan KH Abdurrachman Wahid (Gus Dur), Ma'ruf Amin, Cholil Baidowi, Ali Yafie, Emha Ainun Nadjib, Achmad Bagdja dan Sumarsono. 

Pak, kita gagal (Komite Reformasi) ini, menampakkan Yusril kepada Soeharto, seperti dikutip dari buku Mereka Mengkhianati Saya: Sikap Anak-Anak Emas Soeharto di Penghujung Orde Baru.

3. Bentuk Kabinet Reformasi


Selain itu, untuk meredam dan menstabilkan situasi, Presiden Soeharto mengemukakan, akan segera mengadakan reshuffle Kabinet Pembangunan VII, dan sekaligus mengganti nama menjadi Kabinet Reformasi. Namun usaha itu juga gagal dilakukan karena sebanyak 14 menteri yang menolak bergabung dan memilih mundur secara bersama-sama.

4. Pemilu dipercepat


Upaya lainnya adalah hasil pertemuan antara Soeharto dengan kesepuluh tokoh masyarakat dan ulama hari itu, disepakatilah ketentuan yang akan merombak Kabinet VII dan menggantinya dengan Kabinet Reformasi, dalam rentang waktu enam bulan ke depan. 

Selain itu, lahirlah pemilu yang dipercepat dan dipersiapkan menjadi masa enam bulan tersebut. Soeharto juga tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai calon presiden. Hal ini oleh KH Ma'ruf Amin, yang menceritakan hal terseut. Ketua PBNU menilai itu sebagai langkah strategis dan terstruktur dalam mendesain mundurnya Soeharto dari tampuk pemerintahan, dengan jalan konstitusional guna menghindari gejolak politik yang bisa semakin memanaskan kondisi genting saat itu.

"Ini disepakati oleh para tokoh yang hadir saat itu, termasuk saya. Maka hal itu pun menjadi keputusan dan Pak Harto siap untuk melakukan hal tersebut," kata KH. Ma'ruf Amin. 

Namun upaya ini juga mentok. Dan pada akhirnya Soeharto memutuskan mengundurkan diri.


Sumber: merdeka.com