Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com

DPD PEKAT INDONESIA BERSATU KABUPATEN ASAHAN

Sebagai bangsa yang besar dengan secara sadar, memiliki rasa tanggung jawab penuh dan turut ikut serta wajib membela dan menegakkan Persatuan dan Kesatuan serta Keutuhan bangsa dan Negara INDONESIA, merupakan bagian dari iman yang dapat diaktualisasikan dalam setiap peran kehidupan bermasyarakat dimanapun kita berada serta merupakan refleksi dari Undang Undang No. 20 Tahun 1982 pasal 2.

MUHAMMAD SYIHABUDDIN

KETUA DPD PEKAT INDONESIA BERSATU KABUPATEN ASAHAN

EFRIANTO RANY

SEKRETARIS DPD PEKAT INDONESIA BERSATU KABUPATEN ASAHAN

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI KEGIATAN "DANA DESA UNTUK RAKYAT SEJAGTERA"

AGUS RAMANDA

WAKIL KETUA BIDANG OKK DPD PEKAT INDONESIA BERSATU KABUPATEN ASAHAN

Saturday, 10 March 2018

11 Hal Ngangein Saat Sebelum Ada Internet, Cek Nomor 9!


11 Hal Yang Akan Kamu Rindukan Pada Zaman Sebelum Ada Internet-11

Kamu merasa nggak bahwa selain banyaknya barang-barang yang mulai tergantikan fungsinya oleh smartphone, dunia juga semakin gila internet! Kebayang nggak bagaimana bedanya kehidupan sehari-hari sebelum ada internet dulu?

Memang sih teknologi makin lama makin canggih. Menurut kamu, bergerak ke arah yang lebih baik atau lebih buruk? Tentu saja kita semua butuh teknologi, namun berikut ini adalah 11 hal yang akan kamu rindukan pada zaman sebelum ada internet.

Kemarin Jaka pernah dapat undangan ke acara seorang teman. Bukannya menjamu dengan acara atau hidangan istimewa, yang istimewa dari acara yang diselenggarakannya adalah gratis WiFi!

Yakin kamu gak merindukan hal-hal yang terjadi di kehidupan kamu saat sebelum ada internet dan teknologi smartphone? Coba ingat-ingat lagi.

1. Kita bBeraktifitas Di Luar
Masih ingat saat-saat menghabiskan waktu di luar menikmati sinar matahari di pagi hari, menghirup udara segar dan berlari di lapangan untuk berolahraga? Sekarang boro-boro. Kamu pasti lebih milih cek notifikasi smartphone pas bangun tidur, buka Instagram untuk cuci mata dan berbalas komentar di Facebook sebagai olahraga jari. Gara-gara internet.


Belanja? Banyak toko online di Instagram, Facebook, hingga web yang khusus untuk mempermudah berbelanja. Mau transfer uang? Semua sudah ada di smartphone. Terus kapan jalan ke luar dan menikmati sengatan sinar mataharinya?

2. Berinteraksi Langsung Dengan Orang
Masih ingat berapa banyak teman yang kamu miliki dulu sebelum kenal internet? Sedikit teman, tapi mereka menjadi teman terbaik kamu, bukan? Kamu jadi menghargai pertemanan dengan janjian, bertemu langsung dan beraktifitas bersama mereka.


Berkat internet nambah teman sangat mudah. Kamu hanya perlu menekan tombol Tambah Sebagai Teman di Facebook, atau ikuti akun Twitternya, maka jadilah kamu berteman dengan 'orang' yang tidak kamu kenal sebelumnya. Tapi pernah gak kamu berinteraksi langsung dengan banyak orang yang kamu tambahkan atau ikuti tersebut?

3. Tidak Suka? Ngomong Langsung Lebih Sopan

Perbedaan pendapat dengan teman itu biasa, dan kamu bisa menyelesaikannya secara langsung dengan membicarakannya bersama teman kamu tanpa harus melibatkan orang lain. Tapi sekarang? Internet membawa kebebasan berpendapat ke tingkatan yang berbeda.


Tidak suka terhadap sesuatu atau seseorang? Posting di Facebook, Path atau Twitter, lalu biarkan semua orang tahu kamu tidak suka terhadap seseorang. Untuk apa hal itu dilakukan? Tidak sopan. Kemana ya sopan santun seperti itu sejak ada internet?

4. Buku telepon dan Yellow Pages
 

Mengingat handphone zaman dulu hanya mampu menyimpan sedikit kontak, buku telepon sangat bermanfaat. Perlu nomer telepon bisa cek buku telepon atau Yellow Pages. Tapi sekarang semua nomer penting bisa dicek dan serba ada di Google. Apa kabar ya para penerbit Yellow Pages?

5. Kita Beli Majalah


Siapa di sini yang dulu sering berburu poster spesial yang dimuat oleh majalah atau tabloid? Jaka sering melakukannya. Bahkan mungkin kamu juga termasuk orang yang menempelkan beberapa potongan menarik baik itu gambar atau artikel dari majalah atau tabloid di tembok atau buku. Seru bukan? Bahkan kamu pasti bangga jika memiliki banyak koleksi majalah di rumah. Sejak ada internet, Jaka tidak pernah beli majalah. Jadi gak ada hal-hal seru yang bisa digunting dan koleksi yang dibanggakan di dalam kamar.

6. Nonton TV Bareng Keluarga
 

Pasti dulu pernah kamu alami, saat akhir pekan atau libur sekolah berkumpul bersama keluarga untuk menonton TV di ruang keluarga. Moment seperti ini akan membuat ikatan dengan keluarga semakin erat, karena bisa bercanda dan tertawa oleh hiburan yang dilihat bersama-sama. Sekarang? Alih-alih nonton TV bersama keluarga, mungkin kamu lebih suka streaming konten dari channel favorit kamu di YouTube. Jika pun nonton TV bareng keluarga, kamu pasti sibuk mengecek Facebook, posting di Path, atau berbalas pesan BBM, LINE, dan WhatsApp.

7. Menunggu Pak Pos Mengantar Surat


Dulu, saat akan mengirim surat, kamu harus pergi ke kantor pos, menutup amplop dengan lem dan membasahi perangko dengan menjilatnya. Setelah mengirim surat, kamu berhari-hari bahkan hingga berbulan-bulan menunggu balasan. Tidak kah kamu rindu aktifitas menunggu surat balasan yang diantarkan oleh Pak Pos? Kini semua surat bisa dibalas cepat lewat email. Bagi pelaku hobi korespondensi dan filateli, hal itu pasti sangat dirindukan.

8. Jalan-Jalan Ke Perpustakaan


Sebelum ada internet, aroma khas dari perpustakaan akan menjadi sahabat khas bagi kamu saat harus mengerjakan tugas dari guru. Apalagi tuntutan tugas akhir yang banyak pasti akan membuatmu harus berlama-lama di perpustakaan untuk mencari banyak materi. Sebelum ada Google di era internet sekarang, ensiklopedia adalah buku hebat yang tahu segalanya. Kamu, kapan terakhir kali ke perpustakaan?

9. Minta Lagu Di Radio


Sampe sekarang, masih banyak memang radio yang melayani aktifitas memutar lagu permintaan pendengarnya, namun tidak seasyik dulu. Sebelum ada internet, untuk mendengarkan lagu favorit, kamu bisa memintanya diputarkan di internet. Saat lagunya diputarkan dan salam-salam yang kamu titipkan dibacakan, rasanya seneng banget kan? Tapi sekarang, lagu favorit kamu bisa langsung diakses di YouTube atau men-download-nya, dan salam kamu bisa langsung disampaikan via Facebook atau Twitter.

10. Konten khusus dewasa


Apa kamu masih ingat dengan film dan buku yang hanya bisa dibeli jika kamu telah berumur 17 tahun ke atas? Film dan buku tersebut seolah eksklusif, sehingga harus keluar uang banyak jika ingin memilikinya. Sekarang, sejak ada internet kamu bisa mengakses konten khusus dewasa kapanpun dimanapun tanpa harus peduli dengan batasan umur.

11. Ejaan Yang Benar

Zaman sekolah dulu, kamu mungkin pernah belajar tentang Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Dan kamu pasti akan menggunakan ilmu yang kamu dapatkan dengan benar pada surat yang kamu tulis. Tapi sejak ada internet, selain meninggalkan aktifitas surat menyurat, ternyata muncul juga ejaan-ejaan baru yang mengikuti gaya dan kebutuhan komunikasi di internet.


Singkatan baru banyak bermuculan sejak Twitter memperkenalkan batasan posting dalam 140 karakter. Apa kamu juga termasuk orang yang menyingkat "Sempat" menjadi "S4", dan "Setuju"menjadi "Se7"?

Dari 11 aktifitas tersebut di atas, mana kah yang paling kamu rindukan? Jika kamu merindukannya juga, selamat datang di era Internet of Things.
 
 

Kumpulan GameHouse Paling Memorable yang Bisa Kamu Mainkan di Android


 
Kumpulan GameHouse

Masih inget ngga sih di tahun 2000-an dulu, ada developer game PC yang terkenal banget sama game-game-nya. Kalo kamu lupa, JalanTikus bantu ingetin deh, namanya adalah GameHouse.

Biasanya, kalo kamu abis beli komputer atau laptop, si penjual bakal tanya mau diisiin game atau ngga. Dan biasanya, game-game yang dikasih sama si penjual itu ya game-game dari GameHouse. Terus, apa aja sih game GameHouse yang paling memorable?

Di artikel kali ini, Admin bakal ngajak kamu buat bernostalgia sama game-game besutan GameHouse. Di antara ratusan judul game keluaran GameHouse, ini 7 yang paling memorable. Nah, kalo kamu kangen pengen mainin game-game ini, kamu bisa mainin game yang gameplay-nya mirip-mirip lho di HP Android kamu.

1. Feeding Frenzy
Masih inget ngga sama game dimana kamu akan berperan jadi ikan yang kudu memakan ikan-ikan lainnya sampai badan ikan kamu besar? Nah, kalo kamu masih inget sama game yang satu ini, mungkin kita ini sekarang seumuran kali yaaa.


Buat ngobatin rindu kamu sama game ini, kamu bisa instal game Hungry Shark Evolution nih di HP Android kamu. Gameplay-nya mirip-mirip gitu kok, kamu berperan sebagai hiu yang harus memangsa mahkluk-mahkluk di sekitar kamu.

2. Diner Dash
Wah, yang satu ini sih favorit JT banget nih! Kamu berperan sebagai bartender yang harus siap siaga melayanin para pengunjung cafe kamu. Nantinya, kamu juga bisa meng-upgrade segala sesuatu yang ada di cafe kamu agar pengunjung semakin nyaman berada disana.


Ternyata, saking terkenalnya game ini, Diner Dash juga hadir untuk versi smartphone lho. Tapi, bukan GameHouse lah pengembangnya, melainkan Glu Mobile. Tapi game ini sama-sama seru kok kayak di versi PC-nya dulu.

3. Pizza FrenzyKamu berperan sebagai koki dalam sebuah restoran pizza yang harus melayanin pesanan pelanggan. Disini kamu hanya harus membuat pesanan semirip mungkin dengan permintaan pelanggan.


Nah, jika kamu rindu ingin memainkan game ini, kamu bisa mendownload game berjudul Good Pizza, Great Pizza di HP kamu. Game ini sendiri memang terlihat lebih rumit dan sulit ketimbang Pizza Frenzy, namun disinilah letak keseruannya.

4. Mad Caps
Game yang ngeharusin kamu buat nyocok-nyocokin tutup botol ini emang seru banget buat dimainin dan jadi salah satu game puzzle inovatif. Kebanyakan sih yang main game ini tuh bapak-bapak ataupun ibu-ibu.


Di zaman sekarang juga ada game semacem Mad Caps buat di Android, yaitu Candy Crush. Walaupun agak berbeda, tapi game ini mempunyai gameplay yang mirip-mirip juga sih.

5. Tap A Jam
Game ini sebenernya akar dari game Guitar Hero yang terkenal di PS2 dulu. Kamu harus menekan tombol arah atas, bawah, kanan, atau kiri secara tepat sesuai dengan beat dari musik yang sedang diputar. Walaupun terdengar sederhana, namun game ini agak sulit lho untuk dimainkan.


Mungkin karena mempunyai gameplay yang beda dari game-game di zamannya dan mempunyai tingkat kesulitan yang lumayan, game ini jadi populer. Sekarang ini juga udah banyak kok game Android yang mengusung gameplay yang mirip, salah satunya berjudul Tap Tap Reborn 2.

6. Cake Mania
Ini nih salah satu game GameHouse yang agak ribet dan bikin stres pas dimainin. Kamu berperan sebagai penjaga toko kue yang harus ngelayanin pelanggan yang banyak maunya banget, kayak dibikinin kue dengan bentuk adonan kotak, warna adonan biru lah, dan masih banyak lagi.


Sekarang sih emang udah banyak game Android yang gameplay-nya mirip-mirip sama Cake Mania, salah satunya Cooking Fever yang populer. Bedanya, di Cooking Faver, kamu bukan menjadi penjaga toko kue, melainkan restoran gitu.

7. Insaniquarium
Wah, ini nih salah satu game legendaris yang kalo udah dimainin bisa males buat berenti. Kamu diharusin buat mengatur akuarium yang berisi makhluk-makhluk yang hidup di air. Agar ikan-ikan kamu ngga mati, kamu harus rajin ngasih makan dan terkadang akan ada alien-alien yang menyerang.


Untungnya, kalo kamu rindu buat mainin game ini, kamu bisa download game Insaniquarium versi Android di Google Play Store. Sayangnya game ini ngga gratis guys, dijual seharga Rp 13.000. Ya, tapi harga segitu worth it lah buat mainin game yang bikin ketagihan ini.

Akhir Kata
Nah, itulah 7 game GameHouse legendaris yang bisa kamu mainin di HP Android kamu sekarang ini. Walaupun berbeda, tapi nuansa dan gameplay yang ditawarin masih tetep sama kok, malah ada beberapa fitur tambahan dan perubahan juga. Yang penting kan kita masih bisa nostalgia sama game-game tersebut, ya kan?
 
 

Tuesday, 6 March 2018

Ancaman Hukuman Fredrich Yunadi Potensi Bertambah Karena 'Attitude'nya

KPK tetapkan Bupati Kebumen tersangka.


Terdakwa kasus perintangan penyidikan kasus e-KTP, Fredrich Yunadi mengancam tak akan hadir di persidangan setelah majelis hakim menolak empat permintaannya. Usai hakim memutuskan menolak eksepsinya, Fredrich mengajukan permintaan pada sidang Senin (5/3) kemarin.

Menanggapi ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar mantan kuasa hukum Setya Novanto itu kooperatif dan tetap menghadiri persidangan. Sebab jika tidak, ancaman hukuman bisa ditambah. Fredrich disangkakan dengan Pasal 21 UU Tipikor dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyampaikan keputusan dituntut maksimal atau tidak belum jadi putusan karena proses persidangan masih berjalan. Pekan depan masih ada persidangan berikutnya dan masuk pada pokok perkara.

"Jadi kita sebenarnya masih punya waktu untuk membuktikan dan mempertimbangkan tuntutan tapi kan kalau tidak kooperatif, berkelahi kemudian berbelit-belit dan melakukan upaya-upaya lain maka tidak tertutup kemungkinan ancaman seberat-beratnya akan diajukan, ditentukan. Tapi sekali lagi sidang masih tetap berjalan. Baiknya semua pihak menghormati," jelasnya di Gedung Merah Putih KPK, Senin (5/3) malam.

Alasan majelis hakim menolak eksepsi Fredrich menurut Febri sangat jelas. Karena semua keberatan yang disampaikan sudah tidak relevan secara hukum.

"Apalagi kalau kemudian itu masih dipersoalkan lebih lanjut. Saya kira lebih baik terdakwa kooperatif dengan proses hukum. Hadiri proses persidangan karena itu kan kewajiban dari proses hukum yang berlaku. Kita harus hormati instiusi peradilan ini," imbaunya.

Ia menyarankan kepada Fredrich jika memiliki bukti yang lain agar diajukan dan akan diuji pada proses persidangan. "Kalau mau membantah KPK, bantah lah dengan bukti," ucapnya.

Terkait ancaman Fredrich untuk tak hadir di persidangan atau tak mau bicara di depan sidang, Febri mengatakan bicara bebas atau tidak sama sekali menjadi hak terdakwa. Ia menegaskan KPK tak akan terpengaruh dan sidang pekan depan akan tetap masuk ke agenda pembuktian.

"Karena hakim pun secara tegas mengatakan demikian. Eksepsi sudah ditolak dan tahap berikutnya tentu proses pembuktian seperti pemeriksaan saksi-saksi. Jangan sampai proses persidangan ini kemudian akan diulur-ulur atau waktu yang dibutuhkan cukup lama karena prinsip dari perisidangan itu seharusnya cepat dan sederhana," paparnya.

Berat atau ringannya hukuman yang akan diterima Fredrich nantinya menjadi kewenangan hakim. Sedangkan domain KPK adalah menetapkan ringan atau beratnya tuntutan yang akan diajukan.

"Pasal 21 ini kan maksimal 12 tahun. KPK tentu akan menghitung faktor-faktor yang meringankan atau memberatkan. Kalau tidak ada sikap kooperatif dengan proses hukum, tidak tertutup kemungkinan tuntutan seberat-beratnya akan diajukan di proses persidangan," terangnya.

"Tetapi sekali lagi tentu saja, penuntut tetap akan mempertimbangkan apa alasan meringankan, apa alasan memberatkan," lanjutnya.

Tak hanya kepada Fredrich, KPK juga mengingatkan semua terdakwa kasus korupsi agar kooperatif. "Kami ingatkan kembali kepada terdakwa, seluruh terdakwa sebenaranya, dalam proses hukum agar kooperatif dengan proses peradilan ini. Soal terbukti atau tidak itu nanti akan kita uji di proses persidangan dan hakim akan menilai bukti-bukti yang diajukan KPK atau pun pihak terdakwa. Jadi kalau keberatan silakan ajukan bukti tandingan," tutupnya.


Sumber: merdeka.com

Ini 5 Negara Dengan Personel Militer Paling Cantik Di Dunia

Tentara Wanita Cantik.

Sosok mereka jelita bak model. Namun jangan sekali-sekali meremehkan kemampuan para wanita ini di medan tempur. Negara mana yang tercatat memiliki personel wanita paling cantik? Berikut urutannya seperti dikutip dari Wonderlist.


1. Rumania

Wanita dari Eropa Timur memang telah lama dikenal kecantikannya. Tak heran jika situs Wonderlist menobatkan Romania sebagai negara dengan personel militer wanita paling menarik.

Jumlah personel wanita dalam militer Rumania tergolong kecil. Saat ini tercatat cuma 3,99 persen dari keseluruhan. Mereka ditugaskan dalam staf dan unit pendukung seperti logistik, IT dan komunikasi, keuangan serta bagian hukum dan kesehatan.


2. Rusia

Personel wanita Rusia punya sejarah yang panjang dalam dinas militer. Mereka ikut bertempur di garis depan bersama para pria saat melawan invasi Jerman di perang dunia II. Tak cuma sebagai perawat, mereka juga menjadi sniper, pilot pesawat tempur hingga mekanik tank baja.

Kini diperkirakan jumlah personel wanita mencapai 10 persen dari seluruh militer Rusia. Mereka diizinkan bertugas di unit-unit militer utama Rusia. Bahkan satuan elite semacam unit pasukan terjun.

Setiap hari para personel wanita ini lari 15 km. Mereka juga rutin berlatih menembak, melempar granat dan berkelahi dengan pisau. Walau cantik jelita, jangan remehkan mereka.

Dalam parade militer di Kremlin, personel wanita ini berbaris rapi memberikan penghormatan. Media Barat menyindir mereka sebagai 'Pasukan Rok Mini' Presiden Putin.


3. Australia

Personel wanita di militer Australia punya kesempatan yang sama dengan pria. Sejak lama wanita sudah dikirim dalam penugasan ke berbagai negara. Mulai dari Irak, Sahara Barat, Rwanda hingga Timor Timur tahun 1999. Kini banyak personel wanita Australia bertugas di Afghanistan.

Sejak tahun 2011, wanita bahkan diizinkan masuk ke dalam unit pasukan khusus. Dua personel wanita Australia pun telah menyelesaikan pendidikan mereka sebagai pilot pesawat tempur.


4. Yunani

Negara yang sohor dengan kisah para pahlawan dan dewa-dewi ini juga punya banyak personel wanita yang cantik. Wanita berusia 20 hingga 32 tahun di Yunani mengikuti wajib militer. Lama penugasan biasanya 14 bulan dan bisa diperpanjang hingga 24 bulan.

Mereka umumnya bertugas di unit-unit pendukung seperti kesehatan, logistik, keuangan dan hukum. Walau ada yang bertugas di batalion tempur, namun fungsinya hanya sebagai staf di markas dan bukan untuk personel tempur.

Sejak tahun 2002, para personel wanita diizinkan mengikuti pendidikan pilot militer.


5. Israel

Wanita di Israel mengikuti wajib militer selama dua tahun. Jika kondisi negara genting, mereka bisa sewaktu-waktu dipanggil kembali untuk bertugas.

Kini personel wanita pun punya hak untuk ditempatkan di unit tempur, tak cuma menjadi staf pendukung.

Di Batalyon Caracal, para wanita mendapat penugasan tempur dan patroli yang sama dengan rekan pria mereka. Batalyon ini bertugas menjaga perbatasan Israel dengan Mesir. Salah satu wilayah paling panas di teritori Yahudi ini.


Sumber: merdeka.com

Monday, 5 March 2018

Tentara Wanita Korea Utara Ungkap Kekerasan Seksual Di Barak

Tentara Wanita Korea Utara.

Lee So Yeon (41) tak bisa melupakan beratnya bertugas di militer Korea Utara. Dia mengabdikan diri selama 10 tahun sebelum akhirnya membelot ke Korea Selatan.

Tentara wanita ditempatkan dalam barak-barak yang sedikitnya diisi 24 orang. Fasilitas untuk mereka sangat minim. Bau tak sedap langsung tercium jika memasuki ruangan sempit itu.

"Kasur-kasurnya diisi oleh sekam padi, bukan kapuk," kata So Yeon dalam wawancara bersama BBC.

Tak ada juga fasilitas mandi yang layak bagi mereka. Air dari gunung langsung dialirkan lewat selang-selang karet. Tak ada juga air panas saat memasuki musim salju.

"Kadang ular dan kodok bahkan ikut masuk melalui selang itu," katanya.

So Yeon mengaku masuk dinas militer sekitar tahun 1992 hingga 2001. Usianya saat itu 17 tahun. Dia terpanggil karena semangat patriotisme yang menggelora. Tapi diakuinya kebanyakan wanita bergabung dengan angkatan bersenjata agar bisa makan setiap hari.


Namun seiring memburuknya perekonomian, jatah makan para serdadu dikurangi. Tak ada bedanya kegiatan fisik dan latihan antara tentara wanita dan pria di militer Korut. Bobot tubuh para wanita ini turun drastis. Efeknya sampai mereka kehilangan jadwal menstruasi.

"Setelah enam bulan, banyak di antara kami yang tak mendapat tamu bulanan lagi. Kami malah bersyukur karena terbayang repotnya menghadapi menstruasi di tengah barak dengan kondisi seperti ini," kata So Yeon.

Pengakuan So Yeon soal menstruasi itu dibenarkan oleh Juliette Morillot, penulis buku North Korea in 100 questions. Dia mengaku telah mewawancarai beberapa wanita di angkatan bersenjata dan mendapat pengakuan serupa.

"Ada seorang gadis berusia 20 tahun yang bahkan tak menstruasi selama dua tahun saat bertugas," kata Morillot.

Kekerasan seksual di barak militer

Salah satu mimpi buruk yang dialami personel wanita di Korut adalah kekerasan seksual di dalam barak. Hal itu terjadi nyaris di setiap unit militer.

Morrilot menyebut wanita yang diwawancarainya malu mengaku telah mengalami kekerasan seksual. Namun mereka menyebut sejumlah rekannya telah diperkosa. Begitu juga So Yeon yang menyebut kawan-kawannya dipaksa melayani sang komandan.

"Komandan kompi biasanya akan masuk ke dalam ruangannya. Dia akan memperkosa anak buahnya di sana. Itu terjadi terus dan terus," kata So Yeon.

Sebenarnya pemerkosaan adalah pelanggaran berat di tubuh militer Korut. Pelakunya akan diganjar hukuman paling sedikit tujuh tahun.

"Namun tak ada yang berani mengaku menjadi korban atau melaporkan kejadian itu. Para lelaki yang melakukan kejahatan itu pun selalu bebas," kata Morrilot.

Menurutnya kekerasan ini tak lepas dari budaya patriaki di tubuh militer Korea Utara. Peran pria sangat dominan dan mereka memerintahkan wanita untuk melakukan hampir semua pekerjaan berat.


"Misalnya wanita-wanita dengan latar belakang keluarga miskin biasanya akan ditaruh di unit zeni kontruksi di mana mereka ditempatkan di barak atau gubuk-gubuk. Ini tidak aman untuk mereka," jelas Morrilot.

So Yeon meninggalkan dinas militer saat berusia 28 tahun. Dia sempat hidup bersama keluarganya sebagai warga sipil selama tujuh tahun. Tekanan hidup dan kesulitan ekonomi membuatnya nekat mencoba lari ke Korea Selatan tahun 2008.

Usaha pertamanya gagal. Dia ditangkap saat mencoba melarikan diri. Hukumannya dikirim ke camp konsentrasi.

Tahun berikutnya dia mencoba kembali melarikan diri. Dengan nekat dia berenang menyeberangi sungai Tumen dan memasuki perbatasan China. Di sana dia bertemu calo yang membantunya mencapai Korea Selatan.


Sumber: merdeka.com

Pemerintah Jerman Tawarkan bBantuan Untuk Kesembuhan BJ Habibie


Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie saat ini sedang dirawat di Klinik Starnberg, Munchen, Jerman. Pemerintah Jerman melalui Kantor Kanselir Angela Merkel menawarkan bantuan untuk kesembuhan Habibie.

"Pemerintah Jerman memberikan perhatian penuh dan menawarkan apa yang bisa dibantu," ujar sekretaris pribadi BJ Habibie, Rubijanto dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu malam.

Rubijanto mengulas, dia telah melakukan sambungan telepon langsung dengan BJ Habibie, Kamis (1/3). Menurutnya, saat itu BJ Habibie dengan suara parau menjelaskan bahwa dia merasakan sesak bernapas pada Selasa 27 Februari 2018.

Kala itu, kata Rubijanto, rekan-rekan Habibie langsung membawa suami dari almarhumah Hasri Ainun Besari itu ke Klinik Starnberg di Muenchen, Jerman. Tim dokter langsung memeriksa Habibie.

"Diketahui bahwa klep jantung termonitor ada kebocoran layaknya yang dialami almarhumah ibu Ainun Habibie," jelas Rubijanto.

Akibat dari kebocoran klep jantung ini terjadi penumpukan air pada paru-paru hingga 1,5 liter sehingga terasa sulit atau sesak bernapas. Selain itu tensi Habibie meningkat sampai 180.

Dokter di Muenchen memberikan dua opsi bagi Habibie, yakni segera menjalani operasi jantung atau menempuh pengobatan/tindakan dengan cara yang lebih canggih.

Menurut informasi yang diperoleh Rubijanto, Habibie tidak menghendaki tindakan operasi jantung, dan lebih memilih operasi dengan metode baru yang lebih canggih.

Sejauh ini, tim dokter telah memasang kateter melalui mulut untuk mengetahui persisnya kebocoran klep Jantung dan untuk menentukan tindakan mana yang lebih tepat untuk ditempuh.

Rubijanto mengatakan Habibie berharap, pada pelaksanaan tindakan operasi Jantung di Muenchen nantinya dapat dihadiri atau disaksikan oleh paling tidak dua dokter spesialis jantung dari Tim Dokter Kepresidenan RI dan seorang personel Paspampres.

"Beliau harapkan seluruh biaya perawatan dan tindakan medis yang timbul di Muenchen, ditanggung oleh Pemerintah RI sesuai Undang-undang yang berlaku," kata Rubijanto.

Rubijanto telah menyampaikan kepada Habibie seluruh kolega di Jakarta ikut merasakan prihatin atas kesehatan Habibie, dan mendoakan semoga agar Habibie segera dapat lekas sembuh dan lekas kembali ke Jakarta.

"Kabar lebih lanjut akan selalu diberikan sesuai perkembangan dari Muenchen," ujar Rubijanto.


Sumber: merdeka.com

Sunday, 4 March 2018

5 Hal Misteri Kasus Pembunuhan Ibu Kos Cantik, Terkuak Sikap Tak Lazim Terduga L di Hadapan Polisi.


Misteri kasus pembunuhan Metha Novita Handayani (38), ibu kos, mulai terkuak.

Anggota Polsek Banyumanik pada Sabtu (3/3/2018) menangkap dua terduga kasus pembunuhan itu.

Kasus ini bermula dari temuan jasad wanita dengan luka tusukan di perut.

Lokasi kejadian, di rumah korban, Jalan Bukit Delima B9 17, Ngaliyan, Semarang.

Dari penangkapan terduga pembunuhan itu, polisi mendapat sejumlah temuan.

Berikut sejumlah temuan polisi, seperti dilansir TribunJateng.

1. Orang Dekat
Terduga pelaku tak lain orang yang kenal dengan korban.
Mereka adalah mantan pembantu rumah tangga (PRT) dari korban.
Polisi mendapat informasi itu dari tetangga yang sempat melihat terduga saat kejadian.
Juga ada petunjuk pelat nomor yang dipakai oleh pelaku.

2. Penangkapan
Selang satu hari, anggota polisi menciduk terduga pelaku.
Polisi mengamankan dua orang, perempuan dan pria.
Tidak ada perlawanan saat mereka diamankan polisi.

3. Bertingkah tak lazim
Sikap L, satu di antara terduga, membuat heran petugas.
"Mereka tak ada upaya perlawanan saat ditangkap, cuma yang cewek ini agak aneh tingkahnya," ujar Kanit Reskrim Polsek Banyumanik AKP Andi pada Tribunjateng.com.
Pasalnya tingkah L sedikit tak lazim, yaitu kadang tersenyum tanpa sebab waktu jawab pertanyaan.
"Kesannya seperti orang 'kurang genep' waktu itu," tutur AKP Andi terheran-heran.
Meskipun L dan R tetap menjawab semua pertanyaan yang diajukan petugas dengan jelas, namun perilaku yang ditunjukkan L membuat para petugas Polsek Banyumanik heran.

4. L Dimata Ibu Korban
Kustantoniyah (67) ibunda korba mengenal terduga L.
L adalah mantan PRT yang bekerja selama tiga bulan.
Kus, menjelaskan L termasuk PRT yang kurang sigap dalam hal pekerjaan.
Selain itu, L juga kerap berduaan dengan pacar di depan rumah.
"Kalau pacaran di depan sini, kadang di pos ronda situ, dan pakaiannya celana yang minim itu, nah tetangga pada ngomongin, Metha juga kan yang nggak enak," jelas pensiunan dosen PGSD Unnes tersebut.

5. Diberhentikan Secara Halus
Dari alasan itulah kemudian Metha memutuskan untuk tidak lagi memakai jasa L.
Sepengetahuan Kus, anaknya memutuskan untuk memecat L juga dengan cara yang halus.
"Alasannya Metha mau ke Jakarta dua minggu sehingga jasa L tidak dibutuhkan lagi. Nanti kalau butuh L dipanggil lagi, gitu mecatnya," bebernya.
Kini ia berharap proses penyidikan segera tuntas dan pelaku segera diadili.
Kus hanya berharap hukuman yang setimpal dengan kematian anaknya.


Sumber: tribunnews

Studio Soneta Tutup Usai Penembakan, Ini Pesan Rhoma Irama Kepada Penjaganya


Keadaan di studio musik Soneta Record milik raja dangdut Rhoma Irama di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok, tampak sepi, Minggu (4/3/2018).

Diketahui sebelumnya, studio musik tersebut ditembak orang tak dikenal, Sabtu (3/3/2018) siang sekira pukul 11.00 WIB.

Polisi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi setelah menerima laporan adanya peristiwa ini.

Gerbang besi warna hijau dan bertuliskan SR warna merah tampak tertutup rapat.

Seorang petugas keamanan yang belakangan diketahui bernama Dera, terlihat berjaga di pos jaga studio.

Di dalam halaman studio tampak hanya sebuah sepeda motor yang terparkir.

Dera mengakui bahwa pemeriksaan lanjutan oleh polisi sempat dilakukan kembali di studio Minggu pagi.

"Sekarang tidak ada siapa-siapa di dalam. Saya diminta jaga sama pak Haji Rhoma, dan mohon maaf beliau larang saya bicara ke wartawan dan melarang wartawan masuk," katanya dari balik gerbang, Minggu sore.

Dera mengaku tidak tahu kronologis peristiwa penembakan, karena saat kejadian bukan dirinya yang berjaga.

"Yang jaga kemarin teman saya bukan saya," katanya.

Menurut Dera untuk sementara ini studio tutup dan tidak menerima pihak manapun yang akan menyewa studio.

"Sementara ini tutup," katanya.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana mengatakan pihaknya sudah memeriksa lokasi kejadian dan melakukan olah TKP atas peristiwa tersebut.

Ia membantah bahwa penembakan dilakukan membabi buta.

"Dugaan ada penembakan memang benar, tapi tidak membabi buta. Kami temukan satu proyektil di lokasi kejadian dan masih kami periksa di lab, untuk mengetahui senjata yang digunakan," kata Putu, Minggu (4/3/2018).

Saat ini kata Putu, pihaknya masih mendalami kasus ini untuk mengungkap pelaku dan motifnya.

"Saksi-saksi juga sudah kami periksa. Masih kami dalami untuk ungkap pelakunya," kata Putu.

Ia memastikan tidak ada yang terluka atau korban dalam insiden tersebut. Saat kejadian katanya studio dijaga oleh sejumlah pekerja di sana.


Sumber: tribunnews

Tuesday, 20 February 2018

Ka Kwarcab Pramuka Asahan Ditahan Jaksa

Tersangka AH saat akan diboyong ke Lapas Labuhan Ruku oleh Kejari Asahan

Setelah melalui proses panjang, akhirnya Ka Kwarcab Pramuka Asahan AH ditahan Kejaksaan Negeri Asahan, Senin petang (19/2) sekitar pukul 18.20 WIB.

Hal itu diterangkan Kepala Kejaksaan Negeri Asahan H Robert Hutagalung saat dikonfirmasi melalui Kasi Intel Boby Hariyanto Halomoan Sirait, “pihaknya telah menahan tersangka AH terkait kasus dugaan korupsi dana hibah Rp.1,4 Milyar yang digelontorkan Pemkab Batubara,”jelas Boby Hariyanto.

Tersangka tidak bisa mempertanggungjawabkan pengelolaan dana hibah dari P APBD Pemkab Batubara TA.2015 Rp.1 Milyar dan Rp.400 juta dari APBD TA.2016 dari Pemkab Asahan.

Tersangka ditahan setelah datang memenuhi panggilan Kejari Asahan, “sebelumnya sempat mangkir, namun hari ini setelah datang memenuhi panggilan dan dilakukan pemeriksaan maka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan dan dititipkan di Lapas Labuhan Ruku,”jelasnya.

Sebelumnya, salah orang mantan andalan (istilah di Pramuka,red) di Kwarcab Pramuka Asahan, Senin (12/2) ketika mengomentari penetapan tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri Asahan sejak tanggal 5 Februari lalu “Dikemanakan, dan tidak mungkin dana sebesar itu dikelola sendiri oleh Kak Amir Hakim yang dikenal sangat loyal dengan atasannya itu,”ujarnya.

Sebagai mantan pengurus di Kwarcab Pramuka Asahan, saya berharap Kak Amir Hakim mau membeberkan dengan gamblang kepada penyidik Kejaksaan terkait dana hibah Pemkab Batubara yang digelontorkan untuk mengganti rugi lahan eks Lemcadika Pramuka Asahan di desa Durian yang sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Asahan sebelum pemekaran.

“Jangan kotori Gerakan Pramuka dengan tingkah laku yang tidak sesuai dengan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, jangan hanya gagah dengan seragam itu jika hatinya bermental korupsi,”tegasnya dengan nada kesal.

Lebih lanjut, mantan andalan itu mengatakan, “melihat kronologis kejadiannya, bukan tidak mungkin kasus ini juga melibatakan pejabat-pejabat penting di dua Kabupaten Asahan dan Batubara, tinggal menunggu keberanian penyidik untuk menyeret oknum-oknum itu hingga ke persidangan,”pungkasnya.


Sumber: AsahanSatu.com

Posisi Politik Jokowi dan Anies Usai Maruarar Pengakuan Bersalah

Persija VS Bali Bersatu 3-0.


Penyerang Persija Jakarta , Marko Simic gol indah. Tim ibu kota menutup babak pertama dengan dua gol di babak pertama atas Bali United. Seisi Stadion Gelora Bung Karno yang dipadati The Jakmania pun bergemuruh.

Di sisi lain pemandangan menarik terlihat. Presiden Joko Widodo yang berada di VVIP menyalami Gubernur DKI Anies Baswedan setiap kali pemain Persija gol gol. Regu begitu menikmati jalannya pertandingan sambil sesekali tertawa.

Namun di akhir pertandingan menguntungkan muncullah yang akhirnya menjadi pembicaraan. Anies tiba-tiba dilarang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) turun ke lapangan hijau saat Jokowi Lanjutkan Piala Presiden ke Persija yang menang 3-0 di partai final, Sabtu (17/2).

Ada pihak melihat kejadian ini kental nuansa politiknya. Wasekjen DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan kejadian itu karena kesan Jokowi takut berkompetisi di Pemilu 2019 nanti. Terlampaui nama Anies selalu meroket diatas hasil survey.

Peneliti politik dan hubungan internasional, Arya Fernandes menilai kejadian itu sudah ditutup setelah Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait mencetak kesalahannya. Jika terbang dengan Jokowi juga tidak ditemukan adanya bukti empiris.

"Tentu dari sisi mendorong menjadi bola pembohong itu terkunci. Sinyalir adanya kontestasi Jokowi dan Anies juga tidak ada bukti. Kalau tak ada permintaan maaf sudah kemana mana (isunya)," kata Arya.

Sekarang ini, Arya menilai, posisinya sudah kembali normal. Isu bisa membesar jika Ara sapaan Maruarar mencari pembenaran dengan berbagai alasan yang dicari-cari. Dengan demikian ada pihak diuntungkan.

"Kalau Ara belum (minta maaf) ke istana. Anies diuntungkan, dipersepsikan orang terzalimi," tuturnya.

Dia pun melihat Jokowi tidak perlu langsung melakukan klarifikasi. "Enggak dibutuhkan. Semua undangan kan dia (Ara) yang atur," tandasnya.

Ara tak bersalah tidak ada catatan nama Anies. Dia pun meminta maaf kepada Jokowi dan Anies akibat kelalaiannya. "Saya yang bersalah Saya tidak bersalah orang yang saya," kata Ara di Pressroom Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (19/2).

"Dan saya mohon maaf kepada Presiden Jokowi dan Gubernur atas ketidaknyamanan ini. Kalau ada salah itu tanggung jawab saya 100 persen," tambahnya.

Dia mencetak, Ara sendiri yang mencatat siapa saja yang mendampingi Jokowi saat memberikan hadiah. Dia menulis nama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menko Polhukam Wiranto, Menpora Iman Nahrawi, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta, Ketua DPR Bambang Soesatyo, dan para sponsor.

Dia juga ajak video video Anies untuk turun itu bukan kesalahan pihak Paspampres. Dia merekrut catatan nama Anies.

"Mas Anies tidak ke bawah itu salah saya harusnya menerima hadiah dan ikut menerima hadiah dari presiden Dan itu seharusnya saya lakukan karena saya turun ke bawah semua detail," ungkap Ara.

Anies sendiri tidak mau ambil pusing soal diadang oleh Paspampres. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan, dia masih tetap memberikan selamat untuk para pemain Persija tak terduga Jokowi, Menpora dan pejabat negara lainnya.

"Gini, dari tadi malam itu yang penting Persija menang, saya di mana enggak penting yang penting Persija menang. Saya merasa Kumpulkan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (18/2).

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin buru mengklarifikasi kejadian tersebut. Menurutnya, tindakan yang dilakukan Paspampres merupakan prosedur pengamanan. Karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping presiden yang disiapkan panitia.

Bey menceritakan, selama pertandingan, Jokowi dan Anies sangat menikmati jalannya pertandingan. Dia menyebut, terjemah dengan rileks dan sangat akrab. Saat menonton, dia menyebut Jokowi juga menyela selamat dan menyalami Anies saat Persija gol gol.

"Tidak ada arahan apapun dari Presiden untuk menghilangkan Anies . Acara ini bukan acara kenegaraan, panitia tidak bisa berlaku instruktur kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah," kata Bey melalui keterangan tertulis, Minggu (18/2).


Sumber: merdeka.com

Kisah Para Pejuang Kemerdekaan yang Bernasib Suram

Pramoedya Ananta Toer; 1990.

Kisah-kisah yang ditulis Pramoedya banyak yang berasal dari kenyataan sosial di masa revolusi.
Para veteran perang kerap kesulitan, bahkan gagal, menyesuaikan diri dengan kebebasan di masa kemerdekaan.

Setelah perang kemerdekaan berakhir, tak semua kombatan yang berjuang membela Indonesia menjadi berjaya hidupnya. Jiwa keperwiraan yang dipanggul di setiap pertempuran dan sepanjang revolusi, mesti luluh lantak ditekuk kenyataan yang mencegat di garis depan berikutnya.

Pramoedya Ananta Toer (selanjutnya ditulis Pram), yang mengalami masa revolusi dan sempat melewatkannya sebagai kombatan, menulis beberapa cerpen untuk mengabadikan kondisi para mantan pejuang itu. Beberapa di antaranya: "Demam", "Terondol", dan "Jalan Kurantil No. 28", cerpen-cerpen yang relatif kurang dikenal pembaca. 

"Demam" (1950) dan "Terondol" (1947) dihimpun dalam buku Menggelinding 1 yang diterbitkan oleh Lentera Dipantara pada 2004, dua tahun sebelum Pram meninggal. Sementara "Jalan Kurantil No. 28" terdapat dalam buku Subuh (pertama terbit tahun 1951).

Pram memang menulis banyak buku, yang dalam kata-katanya disebut sebagai anak-anak rohaninya: ada yang terkenal dan panjang umur, ada juga yang kurang popular atau bahkan mati muda. Namun demikian, ia tak pernah membeda-bedakan anak-anak rohaninya. 

Dalam esai "Kesusastraan dan Perjuangan" yang dimuat dalam Mimbar Penyiaran DUTA tahun 1952 ia menjelaskan, “Kesusastraan sebagai pancaran dari kegiatan jiwa, bahkan perjuangan jiwa, adalah dokumentasi manusia yang tegas.”

Kirno, Oestin, Mahmud AswanKetika Belanda menduduki kota, Kirno serta pasukannya mundur bergerilya ke hutan-hutan di Mantingan. Ia jatuh sebagai korban dan menggelepak di rumah seorang lurah: kakinya buntung, matanya buta. 

Saat perang berakhir, ia mengutuk keadaan dirinya. Kirno menjadi seorang pemarah. Ati, kekasihnya, diusir dari rumah ketika mencoba menemuinya yang mula-mula setelah kecamuk revolusi. Hanya Tini, adiknya, yang menjadi penghibur batin Kirno. Bocah itu kerap disuruhnya bernyanyi untuk mengobati semua luka jiwa.

“Terbayang dalam kepalanya betapa bebasnya dulu mempergunakan kaki dan matanya, sekalipun dalam zaman penjajahan. Ya, sekalipun demokrasi dan kemerdekaan tak diteriakkan orang. Dan dalam negara demokrasi dan merdeka ia kehilangan haknya untuk berjalan dan melihat. Ya, sekalipun demokrasi menjamin kebebasan perseorangan. Sekali lagi ia mengeluh. Sekali lagi. Dan sekali lagi,” tulis Pram. (hlm. 476).

Kedatangan Ati, perempuan yang dipujanya sebelum dan semasa perang, menjadi jalan bagi Kirno untuk menumpahkan segala kekecewaan dan kemarahannya kepada dunia. Hidup, penderitaan, dan segala perasaan yang sesak di dada ia tumpahkan.

“Ati kawan-kawanku mati seorang-seorang dan dilupakan orang. Dan aku pun mati dilupakan orang sekarang. Bukankah itu sudah adat dunia sesudah perang selesai. Ati? Perang selesai dan masing-masing yang masih hidup boleh memperoleh kedudukannya masing-masing dalam masyarakat yang dibentuknya sendiri. Bukankah itu sudah adat dunia sesudah perang, Ati?” (hlm. 477)

Di atas kursi roda (Pram menyebutnya kereta) Kirno terus mengeluarkan segala isi hatinya. Ati sang kekasih barangkali dianggapnya sebagai dunia itu sendiri, tempat semua cita dan bunga harapan bersemi. Dalam kondisi tak berdaya—kemana-mana didorong adiknya, Kirno akhirnya menyerah. Telah habis segala asa. Sudah tumpas semua harap. Namun meski begitu, sebelum ia menyuruh Ati pergi, sempat juga ia mengenangkan sisa-sisa keinginannya. 

“Waktu engkau pergi, aku sudah buta, aku pun sudah tak bisa berjalan lagi, Ati. Ingin betul aku selalu duduk di sampingmu. Ingin betul aku selalu mendengar suaramu. Ati. Tapi jangan datang padaku hanya suara saja. Ya, hanya suaramu saja yang menunjukkan padaku engkau masih ada. Suara—dan perasaan sedikit. Dan kenang-kenangan sedikit. Pergilah engkau, Ati. Pulanglah engkau. Itu lebih baik untukku,” ujarnya. (hlm. 484)

Kisah tersebut ditulis Pram dalam cerpen "Demam" yang pertama kali dimuat dalam Mimbar Indonesiatahun 1950.

Sementara dalam "Jalan Kurantil No. 28" yang dihimpun dalam Subuh (1952), Pram menceritakan seorang mantan serdadu yang meskipun fisiknya masih lengkap, namun kepribadiannya telah hilang.

“Sepatu itu melangkah-langkah jua, pendek-pendek lesu dan tetap. Warnanya hitam-bekas sepatu serdadu Gurkha. Baru sekali ini sepatu itu menciumi aspal Jalan Kurantil. Dulu sepatu itu gagah, mengkilat dan galak juga. Dia pernah menginjak dada bangkai berpuluh-puluh prajurit dari berbagai bangsa dan di berbagai medan perang. Tapi kini sudah hilang keindahan dan kegagahannya. Tumitnya sudah miring. Hitamnya telah berbulu-bulu putih-putih, hidung bopeng-bopeng, dan jahitannya sudah banyak yang rantas. Langkahnya tak tegap lagi, tapi melangkah juga. Di dalamnya tersembunyi kaki yang kecil, tipis, dan kehijau-hijauan, dan di atasnya menjulur betis yang tipis, lutut, paha, kemudian celana pendek militer. Dulu betis itu besar dan bertenaga juga, walaupun tak mengalami perang di mana-mana. Hanya sekali itu mengalami pertempuran, di Jalan Kramat. Perbandingan antara betis dan sepatu besar itu jadi perhatian semua orang yang melihatnya. Tapi betis itu berjalan saja, sekalipun orang menamai kaki kijang atau kaki pinokio.” (hlm. 26)

Teeuw dalam naskahh "Revolusi Indonesia dalam Imajinasi Pramoedya Ananta Toer" yang dimuat di Jurnal Kebudayaan Kalam 6 Thn. 1995 menjelaskan bahwa kutipan tersebut adalah awal cerita yang amat mengerikan. 

“Awal ceritanya sangat mengerikan, dievokasi dehumanisasi dan desintegrasi seorang manusia; tokoh ini menjadi fungsi ‘bungkusan pakaian’-nya yang serba kumal. Kepribadiannya tidak ada lagi. Ia terdiri dari daging yang dibungkus dalam sepatu dan pakaian lain yang telah ada sejarahnya di luar dia, bahkan badannya sendiri telah tua,” tulisnya. (hlm. 35)

Mahmud Aswan nama mantan serdadu itu. Setelah meringkuk dalam penjara sebagai tawanan perang selama empat tahun, ia pergi ke Jalan Kurantil No. 28 untuk kembali ke pada istrinya tercinta. Namun rupanya tak ada tempat lagi baginya di dunia ini, ia mendapati istri, anak dan rumahnya semuanya telah diambil alih oleh temannya. Mahmud limbung, dengan sisa tenaga yang masih dimilikinya ia mendekati sungai Ci Liwung dan menceburkan diri. Konon perang telah dimenangkan, tapi bagi Mahmud yang ada hanya kekalahan. Keluarga—yang kata Pram sebagai mula kehidupan manusia, payung yang melindungi keturunan manusia dari hujan dan terik pergaulan hidup, telah direnggut orang lain. 

Dalam "Terondol", cerpen yang pertama kali dimuat dalam Sadar (No. 2 Th. II, 16 Mei 1947), Pram tak berkisah tentang gerilyawan republik, namun orang Indonesia mantan tentara Belanda yang baru pulang tugas dari Australia. Oestin namanya.

Setelah pendudukan Jepang berakhir, ia kembali ke Indonesia hendak menemui keluarganya di kampung. Surat dikirimkan, tapi balasan yang datang membuatnya berdegup. Karena ia dianggap telah mati dalam pertempuran laut, istrinya menikah lagi dan telah menambah dua orang anak.

Kecewa ada, tapi tak lekas membuatnya putus asa. Dikirimkan lagi surat kedua, kali ini meminta agar anaknya diantarkan ke Jakarta. Namun ternyata anaknya tak diizinkan menemui bapaknya. 

“Sekali ini ia menangis. Ia merasa sedih. Karena itu ia merasa hidup kembali. Tetapi ia benci pada hidup seperti itu. Ah! Apalagi kalau ia membuka kopor, tampak setelan piama. Ia mau mengistimewakan keturunannya di antara anak-anak sebayanya. Hambar saja harapannya. Walaupun gunung, kalau dipacul setiap hari, datar juga akhirnya. Demikian pula dengan harapan. Kecewa dan kecewa, berbaris; lemah juga ketabahannya,” tulis Pram. (hlm. 45)

Tak kuat menahan kecewa yang datang bertubi, akhirnya Oestin menyerah. Dadanya dimakan TBC, darah keluar. Seminggu ia tak bangun dari tempat tidur. Habis kesanggupannya, habis harta benda, habis harapan, habis cita-cita, habis segala-galanya. Ia terondol. Seperti ayam tak berbulu kedinginan di dalam hujan.

“Sebulan kemudian perusahaan ibunya bangkrut, badannya! Ia diantarkan kembali, berpatok dua,” tulis Pram. (hlm. 45)

Menanggapi cerita "Jalan Kurantil No. 28", A. Teeuw menyebutnya bukan kisah yang isinya sangat dalam, tapi menunjukkan empati dan simpati Pram bagi korban perjuangan serta keinsafan akan kesia-siaan dan kepercumaan perjuangan kemerdekaan yang konon dimenangkan.


Teeuw menambahkan bahwa berkat penguasaan bahasa, kekuatan gaya, dan keaslian imajinasinya, Pram berhasil mentransformasikan kenyataan revolusi dan perjuangan bangsa Indonesia tanpa menjadi propagandis revolusi.

“Tidak menyembunyikan kelemahan manusia, individual maupun kolektif, yang tiap kali tergoda hawa nafsu dan keangkaraannya. Justru kejujuran citra revolusi yang disajikan Pramoedya menjadikannya meyakinkan, meningkatnya kredibilitasnya. Manusia dan kemanusiaan, itulah yang akhirnya menjadi pokok, tema utama, dalam kenyataan hulu maupun dalam kenyataan hilir yang kita sebut seni,” tulis A. Teeuw dalam "Revolusi Indonesia dalam Imajinasi Pramoedya Ananta Toer" yang dimuat di Jurnal Kebudayaan Kalam 6 Thn. 1995.

Cerita Kirno, Oestin, dan Mahmud Aswan adalah kisah manusia-manusia yang menjelempah di hadapan realita. Mereka larut dalam peperangan, memperjuangankan apa yang mereka yakini benar. Namun setelah perang berakhir, harapannya tercabik dan merawankan kemanusiaan.

Para Veteran dalam Fakta dan FiksiTokoh-tokoh yang diceritakan Pramoedya dalam naskah-naskah di atas memang fiksi. Namun karakter-karakternya diambil dari kisah nyata yang dialami dan disaksikan sendiri oleh Pram. 

Masa revolusi antara 1945-1950 (termasuk masa pendudukan Jepang, 1942-1945) seakan menjadi sumber inspirasi yang tiada habisnya bagi Pramoedya. Ia banyak sekali menulis naskah tentang masa-masa bergolak itu. Selain Menggelinding 1 dan Subuh yang beberapa ceritanya diulas di sini, ada juga Percikan Revolusi, Di Tepi Kali Bekasi, Bukan Pasar Malam, hingga Perburuan. 

Bukan Pasar Malam, sebagai misal. Novelet itu merupakan kisah nyata yang dialami Pramoedya sendiri. Ditulis dengan setting setelah revolusi berakhir, novelet itu mengisahkan betapa pahitnya kehidupan para kombatan di masa pascarevolusi. Sosok yang diceritakan dalam Perburuan, sebagai misal yang lain, adalah orang sekampungnya sendiri.

Siapa yang diceritakan hidupnya pahit dalam novelet itu? Ya, Pram sendiri.

Topik-topik tentang para mantan pejuang alias veterang perang umumnya menggambarkan kesulitan, bahkan kegagalan, mereka menyesuaikan diri dengan situasi kemerdekaan. Mereka mengalami kegagapan di tengah situasi baru. Dilamun oleh mimpi tentang cerahnya kemerdekaan, mereka justu menghadapi realitas yang tidak mudah: kemerdekaan tidak berarti apa-apa bagi perbaikan nasib mereka. 

Salah satu kisah legendaris tentang nasib para pejuang pascarevolusi adalah Lewat Djam Malam,sebuah film besutan Usmar Ismail yang naskahnya ditulis oleh Asrul Sani. Iskandar, tokoh utama film itu, mengalami depresi karena pengalaman perang yang menghantui dan dipersulit oleh rekan-rekan seperjuangannya yang justru hidup di atas kecurangan dan korupsi.


Sumber: tirto.id