Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com

DPD PEKAT INDONESIA BERSATU KABUPATEN ASAHAN

Sebagai bangsa yang besar dengan secara sadar, memiliki rasa tanggung jawab penuh dan turut ikut serta wajib membela dan menegakkan Persatuan dan Kesatuan serta Keutuhan bangsa dan Negara INDONESIA, merupakan bagian dari iman yang dapat diaktualisasikan dalam setiap peran kehidupan bermasyarakat dimanapun kita berada serta merupakan refleksi dari Undang Undang No. 20 Tahun 1982 pasal 2.

MUHAMMAD SYIHABUDDIN

KETUA DPD PEKAT INDONESIA BERSATU KABUPATEN ASAHAN

EFRIANTO RANY

SEKRETARIS DPD PEKAT INDONESIA BERSATU KABUPATEN ASAHAN

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI KEGIATAN "DANA DESA UNTUK RAKYAT SEJAGTERA"

AGUS RAMANDA

WAKIL KETUA BIDANG OKK DPD PEKAT INDONESIA BERSATU KABUPATEN ASAHAN

Sunday, 22 October 2017

Isu 7 Jenderal TNI Yang Pernah Dilarang Masuk Amerika Serikat


Aksi prajurit TNI di HUT ke 72.


Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat. Panglima sedianya akan ikut acara acara Konperensi Konperensi Kekerasan Terhadap Negara Ekstrim Organisasi (VEO) yang akan dilaksanakan tanggal 23 hingga 24 Oktober 2017 di Washington DC. 

Namun saat akan naik pesawat Emirates dari Jakarta, Panglima TNI dilarang berangkat. Rileks Jenderal Gatot sudah mengantongi visa AS dan undangan resmi dari Panglima Tentara Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford. 

Atas insiden ini, Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan sudah meminta maaf. Namun Kedubes AS tak menjelaskan kenapa Panglima TNI sampai ditolak.

Isu hal petinggi TNI masuk ke AS ini sebenarnya bukan hal baru. Tahun 2014 lalu, menjelang Pemilihan Presiden di Indonesia, isu terjangkit AS pada para jenderal ini sempat ramai. 

Adalah adik Prabowo, pengusaha Hashim Djojohadikusumo yang mengungkap selain Prabowo ada beberapa jenderal lain yang pernah dicegah masuk AS. 

Hal ini dibenarkan oleh mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto. "Memang ada fakta kalau 7, 9, 10 jenderal kita diembargo Amerika Serikat, karena kasus balik hukum, mengapa harus dibantah. Itu fakta," kata Endriartono tahun 2014 lalu. 

Embargo Amerika itu, kata purnawirawan jendral TNI tersebut, terjadi setelah kasus Timor-Timur (sekarang Negara Timur Leste setelah lepas dari Indonesia tahun 1999) dan kasus Tragedi 1998 (Reformasi 98).

"Kita pernah diembargo dua kali. Itu terjadi di Timor Timur dan keputusan Jakarta tahun 1998, tapi itu haknya Amerika untuk mengembargo jenderal-jenderal kita. Tapi ya nggak usah dihiraukan, yang penting kita bisa menjadi negara mandiri," beber dia. 

Endriartono juga bersikukuh, karena Indonesia tidak perlu takut dengan. 

Hashim sempat mengadakan beberapa jenderal yang pernah dilarang ke AS yaitu Jenderal (Purn) Wiranto, dan Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo. 

Para jenderal yang disebut membantah kabar itu. Wiranto misalnya panggil kabar dia ditolak ke luar negeri cuma untuk menjegal pencapresannya kala itu.

Begitu juga dengan Pramono Edhie Wibowo. Mantan Kepala Staf TNI AD itu membantah dicegah masuk AS. Sebagai perwira Kopassus, Pramono beberapa kali menjabat SEBUT untuk latihan. 

"Selain pernah menjalani pendidikan Pasukan Khusus di Amerika Serikat pada tahun 1985, 1986 dan 1998, maka di tahun 2012 silam, saya kembali ke Amerika Serikat, tepatnya di Pangkalan Komando Militer Amerika Serikat-US Asia Pacific Command (USPACOM) di Hawai dalam kapasitas saya Sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, "jelas Edhie tahun 2014 lalu. 

Sementara pada tanggal 6 Februari 2014 yang baru lalu, dia juga diundang untuk mengadakan acara acara dari Presiden Barack Obama. Acara makan bersama itu diinisiasi oleh Dewan Kongres Amerika Serikat, yang 140 pemimpin dunia lainnya, juga turut hadir.

"Sayang sekali ini tidak bisa saya penuhi terkait dengan jadwal persiapan debat bernegara konvensi calon presiden Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat. Undangan yang dilayangkan kepada saya oleh Senator Louie Gohmert dan Janice Hahn tertanggal 8 Januari 2014," jelas Edhie. 

Lebih jauh Edhie menyatakan dirinya selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. "Saya tidak ditolak, seandainya punah saya ditolak untuk dinobatkan sebuah negara tertentu, hal ini tidak akan saya gentar sedikit pun," tegas dia.

Bangsa Indonesia, lanjut dia, bukan bangsa kelas 2, bukan bangsa penakut. "Saya akan hadapi itu semua karena semangat saya tidak akan pernah surut dalam membangun bangsa indonesia menjadi lebih baik dan mewujudkan indonesia yang sejahtera rakyatnya. Pramono Edhie Wibowo tidak pernah gentar hanya karena undang sebuah negara." 

Menurutnya, Indonesia adalah negara besar yang berdaulat dan bermartabat. "Seharusnya semua negara bisa saling bersahabat di era sekarang ini," kata Edhie.

Sumber : merdeka.com

Kisah Nyata Hantu Santri Di Lamongan Yang Hidup Kembali


Kisah nyata hantu seorang santri yang sudah meninggal kemudian hidup kembali ini rupanya sudah masyhur di daerah Lamongan. Termasuk daerah di sekitar Kabupaten Lamomgan.

Di lansir oleh beritasantri.net bahwa kejadian aneh dan termasuk unik ini peristiwanya sudah lama terjadi. Namun masih viral di kalangan dunia pesantren khususnya yang berada di Lamongan Jawa Timur.

Indonesia memang banyak memiliki keunikan tersendiri. Mungkin karena banyaknya suku bangsa dan luasnya wilayah NKRI, di tambah lagi dengan besarnya jumlah penduduk negeri ini, menjadikan berbagai macam peristiwa unik dan aneh bisa terjadi setiap hari. Coba simak cerita Desa-Desa Paling Unik Di Indonesia Dari Segi Namanya.

Kisah nyata hantu santri ini berasal dari sebuah pondok pesantren yang ada di daerah Lamongan. Tidak disebutkan nama pondok pesantren nya mungkin karena menjaga nama baik lembaga pendidikan tersebut.

Konon di sebuah pondok pesantren tersebut, ada salah seorang santri wanita yang berparas cantik lagi rupawan. Santriwati ini merasa tidak mendapat perhatian di lingkungan pesantren. Hal ini mungkin membuat dirinya gundah.

Maka pada suatu hari, demi mendapatkan perhatian di kalangan santri dan lembaga pesantren tersebut, santriwati yang bernama Herlina itu nekat untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji guna menarik perhatian lingkungan nya. Yaitu mencuri sebuah cincin milik salah seorang ustadz yang mengajar di pesantren tersebut.

Namun apes, karena saat melakukan aksinya ketahuan oleh salah seorang santri laninnya. Dan akhirnya dilaporkan kepada pihak pengurus pondok. Si Herlina pun tahu bahwa aksi nekatnya itu di ketahui oleh pengurus.

Sudah menjadi aturan sendiri di lingkungan pondok pesantren bahwa jika salah seorang santri bersalah maka akan dikenakan hukuman sesuai peraturan yang ada. Bagitu juga Herlina sang santriwati yang berniat mencari perhatian tersebut.

Namun sebelum hukuman dijalankan, karena ketakutan dan merasa malu akhirnya Herlina berusaha untuk menyelamatkan diri dengan cara kabur diam-diam dari pondok tersebut.

Disaat pelariannya itulah Herlina mengalami naas. Dimana dirinya tertabrak mobil di jalan saat akan pulang kerumahnya. Sehingga Herlina tewas mengenaskan. Rupanya peristiwa kecelakaan dan kematian Herlina ini tidak sampai terdengar di lingkungan pondok asalnya. Sehingga pihak pesantren menganggap Herlina memang sengaja pulang hanya untuk menghindar dari hukuman.

Namun lain ceritanya dengan orag tua Herlina. Mengetahui anaknya tewas karena dituduh mencuri di Pondok, maka ia tidak terima dengan kejadian itu. Ia merasa anaknya meninggal karena saking takutnya akan dihukum di pesantren tersebut.

Merasa kecewa dan geram, kemudian muncul lah niat jahat dari orang tua si santriwati. Ia merasa harus balas dendam. Dan akhirnya orang tua Herlina nekat mendatangi seorang dukun ilmu hitam yang konon bisa menghidupkan kembali arwah yang telah mati.

Singkat cerita, Herlina hidup kembali menjadi Hantu Santri yang penasaran dengan wujud manusia. Sang dukun telah mensyaratkan untuk jasanya ini maka Herlina si Hantu Santri penasaran harus menghisap darah setiap malam Jum’at Kliwon. Kalau tidak maka jasad Herlina akan mati kembali.

Selanjutnya Herlina dikirim lagi oleh orang tuanya ke Pondok untuk bisa ikut ngaji lagi disana. Karena pihak pesantren tidak tahu apa yang telah terjadi selama Herlina kabur, mereka beranggapan Herlina yang berniat belajar lagi tersebut masih Herlna santriwati yang dulu. Dan pengurus Pondok pun menerima kembali kedatangan Herlina dengan syarat meminta maaf dan mau menjalani hukuman.

Sewaktu Ia kembali ke kamar asal di asrama pesantren tersebut, teman-temannya merasa heran. Karena kali ini Herlina jadi pendiam dan tingkahnya aneh. Wajahnya pucat tidak seperti biasanya. Yang lebih mengherankan lagi, Herlina membawa koper yang baunya menyengat. Merasa tidak nyaman, teman-temannya berusaha membuka koper Herlina sewaktu ia tidak berada di tempat. Begitu terkejutnya santri-santri yang lain setelah mengetahui isi koper tersebut ternyata darah yang berbau busuk. Namun karena takut, santriwati sekamar Herlina memilih diam tidak menceritakan kejadian itu.

Kemudian pas tengah malam, Herlina meminta kepada salah seorang pengurus asrama untuk menemaninya ke kamar mandi dengan alasan takut. Dan petugas pondokpun mengantar Herlina ke tempat kamar mandi.

Dua jam berselang, petugas asrama heran Herlina belum juga keluar dari kamar mandi. Di ketuknya pintu kamar mandi itu sambil memanggil-manggil Herlina dari luar. Karena merasa ada yang tidak beres, pengurus pondokpun memanggil teman-temannya untuk mendobrak pintu itu.

“Gubrak !”, pintu terbuka. Dan alangkah terkejutnya para pengurus asrama pesantren itu karena yang berada di dalam ternyata sosok hantu wanita yang bertaring sambil tertawa menakutkan. Mereka langsung berlari ketakutan meninggalkan tempat tersebut dan melaporkan apa yang barusan terjadi kepada sang Kiyai.

Sang Kiyai pun akhirnya berusaha menangkap hantu itu dengan cara ghaib dan mengurungnya ke dalam botol. Kemudian di buangnya botol berisi hantu santri tersebut sejauh mungkin. Tidak seorangpun dibolehkan menemukan atau mengambil botol itu guna untuk keamanan pesantren.

Akhir kisah nyata hantu santri ini kemudian, pihak pesantren berkunjung kerumah orang tua Herlina. Barulah mereka mengetahui bahwa Herlina ternyata telah meninggal dunia karena kecelakaan di jalan. Dan orang tuanya berusaha menghidupkan kembali mayat santriwati tersebut untuk membalas dendam.

Demikian kisah nyata hantu santri di Lamongan yang hidup kembali.

Sumber : pedekik

Desa-Desa Paling Unik Di Indonesia Dari Segi Namanya


Desa desa di Indonesia banyak yang memiliki keunikan dan keanehan tersendiri. Baik dari sisi sejarah, prilaku masyarakat, budaya, lokasi dan juga dari segi namanya. Namun yang paling dominan biasanya keunikan desa itu kebanyakan dari adat-istiadat atau kebudayaan masyarakatnya.

Seperti di kalimantan Tengah yang dikenal dengan budaya Tiwah, yakni ritual suku dayak dalam mengantar roh ke alam baka. Atau Budaya Kebo-keboan di Banyuwangi yang diadakan setahun sekali. Ada juga budaya Tabuik di Pariaman Padang, Pasola di Sumba dan Makepung di Bali.

Contoh lainnya desa yang ada di Pulau Bengkalis. Kebiasaan penduduknya jika tiba Hari Raya Idul Fitri saling berkunjung dari rumah ke rumah selama 5 hari. Jadi tidak ada penduduk kampung tersebut yang tidak masuk ke rumah penduduk lainnya di kampung itu.

Setiap rumah menyediakan makanan khas lebaran ketupat lengkap dengan lauk-pauknya. Dalam satu hari ada sekitar 60 rumah yang harus di kunjungi. Jadi kalau di satu rumah kita makan satu buah ketupat, maka hari itu kita akan makan 60 buah ketupat lebaran bersama menu lainnya.

Selain itu sebutan untuk desa sendiri di nusantara ini berbeda-beda. Mulai dari sebutan desa yang paling umum, kampung, nagari, Gampong kalau di Aceh dan banyak lagi mengikut bahasa daerah masing-masing.

Nama desa biasanya lahir dari sejarah terbentuknya desa tersebut. Ada juga yang namanya berasal dari nama orang yang pertama menghuni kampung itu. Yang lain muncul karena kondisi alam nya. Tapi ada juga yang namanya memang di sepakati bersama antar warga. Biasanya ini desa yang terbentuk karena sama-sama mau menjadikan suatu wilayah itu menjadi desa. Atau desa-desa pemekaran yang memang sudah direnacanakan terbih dahulu seperti yang banyak terjadi sekarang ini.

Dari sekian banyak keunikan dan keanehan yang ada, ternyata ada desa di negara kita yang juga terbilang cukup unik bahkan lucu kalau di lihat dari namanya. Kenapa unik, aneh, lucu ? Coba simak beberapa nama desa di bawah ini.

Inilah desa-desa paling unik dan terkesan menggelikan di Indonesia kalau di sebutkan namanya :

1. Desa Cawet
Ya, Cawet. Ini nama desa, bukan celana dalem. Orang Jawa nyebut celana dalam ada yang make sebutan Cawet.

Desa ini berada di Pemalang, Jawa Tengah. Tepatnya di Kecamatan Watukumpul. Sekitar 50 Km dari Kota Pemalang. Konon nama Cawet berasal dari kata Cawitali. Yaitu nama orang yang pertama menghuni dan merintis desa itu.


2. Desa Pacar Peluk
Apakah masyarakat di desa itu banyak yang berpacaran dan saling berpelukan? Jangan berprasangka buruk dulu. Namun sepertinya tidak banyak yang mempublikasikan asal usul nama desa itu. Buktinya sedikit sekali informasi tentang gambaran desa ini kalau di telusuri lewat google.

Namun desa ini benar-benar ada. Letaknya di Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang Jawa Timur. Kode pos nya 61457. Tentu termasuk desa yang paling unik jika nama desa itu di pisahkan jadi frashe tersendiri.

3. Desa Koplak
Nama desa paling unik dan aneh berikutnya adalah Desa Koplak. Koplak dalam bahasa Jawa bersinonim dengan bodoh, goblok, dungu, dan sejenisnya. Namun konteksnya biasa dipakai antar sesama teman sepergaulan. Konotasinya kira-kira agak sedikit akrab dan halus ketimbang harus mengatai teman dengan goblok atau dungu.

Tidak banyak sumber yang menceritakan kenapa Koplak ini dijadikan nama desa. Yang jelas orang akan sedikit geli hati kalau melewati desa ini jika tahu maksud kata koplak itu.

Posisinya berada di seberang kampus UII Jogyakarta. Kilometer 14,5 lebih kurangnya di ruas jalan Kaliurang. Tepatnya di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman Yogyakarta.

4. Desa Pocong
Kalau Pocong pasti semua orang sudah faham. Ceritanya sebab desa ini diberi nama Pocong karena dulu sejarahnya sebelum menjadi sebuah desa, setiap ada orang meninggal dunia di daerah itu pasti menjadi pocongan.

Kondisinya waktu itu masih banyak semak belukar di wilayah ini. Penghuninya belum banyak. Bahkan pocongan orang yang sudah mati tersebut berkeliaran di sekitar lokasi itu sampai 40 hari lamanya.

Akhirnya orang-orang yang tinggal di sekitar daerah tersebut sepakat membuka hutan semak belukar tadi untuk dijadikan perkampungan. Sehingga akan banyak orang yang bermukim disitu dan harapannya agar pocong yang muncul jika ada orang meningal tersebut hilang.

Nah, Desa Pocong ini berada di Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan Madura, Jawa Timur.

5. Desa Bokong
Hayo… apa yang terbayang oleh kamu kalau di sebut nama Desa Bokong ? Aneh kan ? Ini salah satu desa unik di nusantara. Pasti jadi ingin tersenyum kalau mendengar nama desa ini.

Posisinya berada di Kecamatan Toianas, yakni kecamatan yang masuk dalam Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Kode pos desa ini 85574.

Belum jelas juga kenapa desa ini bernama Bokong. Mungkin saja bokong punya arti positif dalam bahasa daerah di desa tersebut. Sehingga desa ini menjadi unik dan agak aneh.

6. Desa Toket
He..he.. Lucu kan ? ini sebuah nama desa yang unik di Pamekasan. Kenapa jadi unik? Karena kata toket tentu konotasinya jadi berbau pornografi. Tapi desa ini benar-benar ada yang lokasi persisnya di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, Madura.

Tapi jangan sembrono dulu dengan namanya yang unik itu. Ternyata masyarakat desa ini pada pintar membatik. Dan batik menjadi produk andalan dari desa Toket ini.

7. Desa Pedekik
Apa keunikan dari nama desa ini ? Ya, ini nama desa yang benar-benar unik dari namanya. Karena kata Pedekik tidak ada dalam kamus bahasa manapun. Sehingga kata Pedekik tidak memiliki arti atau makna sama sekali.

Termasuk dalam bahasa Jawa sekalipun, walaupun yang menjadi mayoritas penduduk desa ini suku Jawa. Namun bagaimanapun nama desa Pedekik ini memiliki sejarah tersendiri.

Untuk mengetahui sejarah singkat desa Pedekik ini, dan termasuk dari mana kata itu berasal sehingga menjadi nama sebuah desa.

Itulah diantara desa-desa paling unik namanya yang ada di Indonesia. Sebenarnya kita masih banyak mempunyai keunikan-keunikan lainnya dari seantero Nusantara.

Bukan hanya nama desa, peristiwa dan kejadian-kejadian aneh pun banyak kisahnya. Apalagi yang ber unsur mistik dan misteri.

Sumber : Pedekik

DPD Pekat IB Asahan Gelar Kegiatan Seminar Untuk Kepala Desa Se Kabupaten Asahan


Kegiatan di beri nama “Seminar Sehari Sinergisitas Antara Pemerintah Desa Dengan Insan Pers dan Penggiat Anti Korupsi Dalam Pengawasan Penggunaan Dana Desa” yang bertajuk: “Membangun Sinergisitas antara Pemerintah Desa dengan Wartawan dan Pegiat LSM dalam Pengawasan Dana Desa” yang akan dilaksananakan pada tanggal 24 Oktober 2017 di Aula Sabty Garden Hotel Jalan Diponegoro Kisaran.

Tri Purnowidodo, SH selaku Penasehat DPD Pekat Indonesia Bersatu Kabupaten Asahan mengatakan bahwa tujuan dibuatnya kegiatan ini ialah berbagai dinamika dan problematika seputar hubungan antara kepala desa dengan awak media dan pegiat LSM dalam pengawasan dana desa merupakan realita sosial yang tidak dapat dinafikan begitu saja. Pembiaran atasnya dikhawatirkan hanya akan menghasilkan sikap apatis dan skeptis pengambil kebijakan mau pun stakeholder.

Di satu sisi alam pikir kepala desa selaku pengambil kebijakan akan mengamini pameo bahwa pengawasan yang dilakukan media massa dan LSM tidak berorientas pada kemaslahatan masyarakat desa namun hanya sekedar mencari-cari kesalahan aparatur pemerintahan desa. Sedangkan di sisi lain alam pikir awak media massa dan pegiat LSM selaku stakeholder akan terasosiasi pada indeks perilaku koruptif yang masih tinggi di negeri ini sehingga alam bawah sadar mereka kerap beranggapan bahwa semua aparatur pemerintahan desa sudah pasti korup dalam pengelolaan dana desa. 

Seminar sebagai salah satu forum ilmiah diharapkan mampu memotret dan menganalisis berbagai dinamika dan problematika tersebut dalam kaca mata yang objektif. Pendekatan keilmuan dari narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan seminar ini diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai pola hubungan antara pemerintah desa dengan media massa dan LSM. Di samping itu melalui pendekatan keilmuan ini akan pula terdeskripsikan secara gamblang mengenai fungsi, peran dan tanggung jawab masing-masing elemen tersebut dalam pengelolaan dana desa. Pendekatan keilmuan tersebut dapat langsung terkonfrimasi kesahihannya mana kala disandingkan dengan pengalaman praktik para narasumber mau pun peserta seminar, sehingga seminar ini dapat mencapai tujuannya, yakni untuk:
  1. Memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai pola hubungan pengawasan antara pemerintah desa dengan media massa dan LSM dalam perspektif kenegaraan.
  2. Mengidentifikasi berbagai deviasi atau penyimpangan perilaku dalam pola hubungan antara pemerintah desa dengan media massa dan LSM dalam pengawasan dana desa.
  3. Menumbuh-kembangkan kesadaran atas urgensi dan signifikansi pola hubungan yang sehat antara kepala desa dengan media massa dan LSM dalam pengawasan dana desa.
  4. Merumuskan langkah-langkah arif dan konkrit dalam membangun sinergisitas hubungan antara pemerintah desa dengan media massa dan LSM demi terciptanya pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel.
Mendeklarasikan komitmen kepala desa untuk mengelola dana desa secara transparan dan akuntabel serta menolak segala bentuk intimidasi dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Muhammad Syihabuddin, SH Ketua DPD Pekat Indonesia Bersatu Kabupaten Asahan mengatakan bahwa latar belakang kegiatan yang bertema "Dana Desa Untuk Rakyat Sejahtera" ini adalah Pasca keberlakuan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) topik bahasan mengenai anggaran dana desa cukup banyak menyedot perhatian publik.

Bisa jadi musababnya karena kelembagaan desa sebagai bagian terkecil dari struktur kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dikokohkan kembali eksistensi, peran dan kontribusinya bagi Indonesia yang sejahtera dan berkemajuan. Musabab lainnya tak tertutup kemungkinan karena keberlakuan UU Desa ini dibarengi dengan kebijakan pembiayaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Nilainya pun cukup signifikan-lebih dari satu miliar rupiah untuk satu desa setiap tahunnya. 

Bagi kebanyakan kalangan, memang nilai satu miliar lebih tersebut merupakan angka yang cukup fantastis apalagi jika diperbandingkan dengan nilai dana yang dikelola pemerintah desa selama tiga dasawarsa sebelumnya. Nilai satu miliar lebih tersebut semakin fantastis tatkala disandingkan dengan income perkapita masyarakat rural pedesaan. Namun agaknya penyelenggara pemerintahan desa boleh jadi mempunyai perspektif lain. Nilai satu miliar lebih tersebut dipandang belum cukup ideal untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pedesaan agar dapat bergerak maju mengejar ketertinggalan di sektor infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Belum lagi belanja aparatur pemerintahan desa pun harus pula disisihkan dari nilai satu miliar lebih tersebut. 

Terlepas dari beda sisi pandang atas signifikan atau tidaknya jumlah nominal tersebut, yang pasti signifikansi dana desa adalah suatu keniscayaan. Eksistensi dana desa menumbuhkan berjuta asa yang bukan saja bisa membuat sumringah namun juga dapat membuat jengah. 

Bagaimana tak sumringah tatkala benak masyarakat rural terimajinasi dengan fisik jalan dan jembatan sederhana namun laik untuk dilalui, irigasi asri namun debit air tercukupi, serta pos pelayanan terpadu dan pendidikan dini untuk anak-anak pedesaan yang sehat dan terdidik sejak usia dini. Belum lagi peluang usaha dan ketersediaan lapangan pekerjaan di badan usaha milik desa. Semakin sumringah mana kala masyarakat rural diberi ruang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi komunalnya melalui berbagai pelatihan di tingkat desa. 

Namun di sebalik sumringah atas berderet asa yang menggelantung di dana desa tersebut ternyata tertimbun berbagai problematika yang bisa membuat penyelenggara pemerintahan desa, utamanya kepala desa menjadi jengah. Sebagai kepala pemerintahan desa, beban kerja dan tanggung jawab yang menggelayut di pundaknya tidak berbanding linier dengan penghasilan dan fasilitas yang dapat dinikmati dalam jabatannya. Dengan hanya berbekal take home pay tak lebih dari upah buruh minimun regional, sang top leader desa ini harus memanajeri pengelolaan dana miliaran rupiah dengan seabrek bentuk dan saluran pertanggungjawaban. Tidak hanya pertanggungjawaban yuridis formal kepada pemerintah atasan dan masyarakat tempatan tetapi juga pertanggungjawaban sosial yang lebih luas kepada publik yang direpresentasikan oleh pranata media massa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Memang pertanggungjawaban yang terakhir ini tidak termaktub secara eksplisit dalam UU Desa mau pun aturan organiknya. Dimensi pertanggungjawaban ini lahir sebagai konsekuensi logis dari penggunaan dana desa yang sejatinya tak lain adalah dana yang berasal dari uang rakyat ujar Wakil Ketua Bidang OKK DPD Pekat Indonesia Bersatu Kabupaten Asahan Agus Ramanda.

Tidak dapat dipungkiri bahwa UU Desa mau pun berbagai aturan organik yang menjadi turunannnya dibidani kelahirannya di saat negeri ini tengah menikmati era kebebasan infromasi, berserikat dan berkumpul. Era di mana berbagai media massa dan LSM tumbuh dan berkembang bak cendawan di musim penghujan. Sebelum kelahiran UU Desa, issue (pokok bahasan) mengenai keterbukaan infromasi dan transparansi dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan bukan merupakan sesuatu yang baru didengungkan dan dihembuskan oleh media massa dan LSM. Issue ini pun telah terlembagakan dengan cukup apik. Berbagai regulasi tentangnya telah pun berlaku mengikat di Republik ini. Saat ini keterbukaan informasi dan transparansi merupakan keniscayaan yang menjadi hak publik. Secara demikian melekat kewajiban bagi seluruh aparatur penyelenggara negara mulai tingkatan Presiden hingga tingkatan kepala desa untuk memenuhi hak publik tersebut. 

Dalam perspektif teoritis semestinya hubungan antara kepala desa dengan media massa dan LSM ini dapat berjalan seiring sejalan secara paralel. Namun laju pertumbuhan media massa dan LSM yang saat ini demikian pesat telah melahirkan kompleksitas hubungan yang dapat menimbulkan problematika tersendiri. Di satu sisi kepala desa tidak dapat menghalangi atau pun membatasi jumlah dan intensitas kunjungan awak media dan pegiat LSM untuk memperoleh informasi darinya. Sedangkan di sisi lainnya kepala desa masih memiliki segudang pekerjaan dan kewajiban untuk mengelola berbagai macam urusan pemerintahan dan kemasyarakatan yang juga menjadi tanggung jawab jabatannya. Jika tidak disiasati secara bijak maka suasana dilematis tersebut dapat menimbulkan petaka. Kepala desa dengan awak media dan pegiat LSM akan berada pada situasi hubungan yang-vis a vis-saling berhadap-hadapan. Ironi pun bisa saja terjadi mana kala awak media dan pegiat LSM bersikap fetakompli (fait accompli)-menggunakan kemampuan dan sumber daya yang ada padanya untuk menggalang dan menggiring opini negatif terhadap kepala desa-hanya karena kepala desa tidak mampu meluangkan waktu untuk bertemu dan melayanai kebutuhan infromasi dari awak media dan pegiat LSM. Jika ironi ini terjadi, hasilnya hanya kesia-siaan belaka. Kepala desa dirugikan, publik pun tak diuntungkan. Esensi pengawasan publik demi terwujudnya pengelolaan anggaraan yang transparan dan akuntabel akan bergeser menjadi ajang intimidasi dan penghakiman terhadap kepala desa. 

Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah arif dan konkrit guna merajut sinergisitas antara pemerintah desa dengan awak media dan pegiat LSM dalam pengawasan dana desa. Namun rajutan sinergisitas tersebut harus tetap pada koridor fungsi, tugas dan peran masing-masing yang terlibat di dalamnya. Bukan justeru sebaliknya saling berkelindan dan berkonspirasi menciptakan kegelapan dalam pengelolaan dana desa.

Sekjen Pekat IB: Pernyataan Mahathir Ibarat Gunung Api yang Meletus Bagi Orang Bugis

Sekjen PEKAT IB, Nasrun Latjinta.

Pernyataan Mantan PM Malaysia DR Mahathir Muhammad pada acara tidak resmi di Turki beberapa waktu lalu mengundang aksi dan reaksi baik itu di Malaysia sendiri, apalagi di Indonesia.

Pernyataan Mahathir yang menyebutkan suku Bugis merupakan Lanun (perompak/bajak laut) menyakiti orang-orang Bugis se-Nusantara.

Tak ayal, Wapres Jusuf Kalla yang merupakan tokoh Bugis melakukan protes langsung kepada Wakil PM Malaysia atas pernyataan Mahathir tersebut.

Sedikit berbeda disampaikan oleh Sekjen Pekat IB, H Nasrun Latjinta yang juga merupakan orang bugis ketika dihubungi via telepon pada Minggu (22/10/2017).

Nasrun mengatakan bahwa pernyataan Mahathir itu ibarat gunung api yang meletus. Artinya pernyataan itu akan memporak-porandakan perasaan orang bugis, namun efek setelah itu akan bagus bagi persatuan orang-orang bugis.

“Lihatmi itu gunung api kalo meletus, akan hancur semua namun kalo sudahmi meletus, tanah disekitarnya akan jadi subur sekali,” ujarnya.

“Begitu ji juga dengan pernyataannta Mahathir, Boss” imbuhnya.

Lanjut Nasrun juga mengkritisi persatuan bugis senusantara yang rasa atau semboyan ‘Siri Na Pesse’ sudah mulai pudar saat ini.

“Kita lihat sekarang para Saudagar Bugis yang berkumpul setiap tahunnya, hanya membicarakan bisnis intern mereka sendiri. Apakah ada kegiatan yang mereka lakukan yang melibatkan kaum dhuafa ?. Apakah ada inisiatif mereka yang berkumpul untuk menyisihkan pendapatan mereka untuk membuat pasar bagi masyarakat bugis yang berpenghasilan rendah?. Mereka hanya peduli bagaimana bisnis mereka lancar saja” tuturnya.

Dikatakannya, sekarang suku Bugis dilecehkan orang, mana Siri Na Pesse nu, tidak ada sama sekali. Karena mereka tersandera dengan kepentingan bisnis mereka.

“Saya merasa sedih melihat kelakuan para tokoh-tokoh Bugis yang hanya memamerkan kekayaan mereka. Mereka membangun daerahnya dengan membuat sekolah yang paling mahal di Sulsel. Apakah itu bentuk kepedulian?,” kata Nasrun.

“Pernyataan Mahathir itu merupakan momentum yang baik untuk kita saling Sipakainga(mengingatkan), Sipakalebbi (menghargai) serta Siaddeppungan (bersatu) untuk menunjukkan bahwa suku Bugis itu bangsa yang berani, pelaut ulung dan yang pastinya tidak pernah takut mati untuk membela harga diri,” pungkasnya.

Sumber : OtoritasNews

Heboh, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Istri ditolak masuk USA


Gatot Nurmantyo seharusnya terbang ke Amerika Serikat menggunakan maskapai penerbangan Emirates EK 0357 tanggal 21 Oktober

Gatot Nurmantyo mengetahui ditolak masuk Amerika Serikat beberapa saat sebelum terbang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng

Pemberitahuan penolakan disampaikan pihak maskapai Emirates atas permintaan otoritas keamanan dalam negeri Amerika Serikat

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat memenuhi undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F Durford, Jr.

Panglima TNI dan Pangab AS Jend Joseph F Durford, Jr adalah bersahabat sekaligus sebagai seniornya karena usia Pangab AS diatas Panglima TNI, beliau sangat menghormati dan telah beberapa kali bertemu.

Pangab AS telah mengirim undangan kepada Panglima TNI untuk hadir pada acara Chiefs of Defence conference on country violent Extremist organizations ( VEOs) yang akan dilaksanakan pada 23-24 oktober 2017 di Washington DC.dan karena rasa hormat dan respect Panglima TNI membalas surat tersebut dan berkenan hadir.

Panglima beserta isteri dan Delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya dan rencana akan berangkat pada tanggal 21 oktober 2017 pukul 17.50 WIB dengan menggunakan maskapai penerbangan Emirates, namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta isteri tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom dan Border Protection.

Panglima telah lapor kepada Presiden melalui Ajudan, Menteri Luar Negeri n Menkopolhukam tentang masalah tersebut serta berkirim surat kpd Pangab AS jenderal Joseph. F. Durfort Jr.

Dengan demikian Panglima TNI beserta isteri dan delegasi bukan membatalkan tetapi tidak bisa berangkat karena adanya larangan masuk wilayah AS

Rencanya hari ini, Minggu (22/10/2017) pukul 17.00 WIB di Kantor Panglima TNI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 2 Jakarta Pusat, akan digelar konfrensi pers tentang penolakan tersebut oleh Kapuspen TNI.

Sumber : OtoritasNews

Saturday, 21 October 2017

Selewengkan Dana Desa Ratusan Juta, Kades Ini Ditahan Kejari Deliserdang

Ilustrasi

Kejaksaan Negeri Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara menahan Kepala Desa Percut, Kecamatan Percut Seituan, berinisial CA atas dugaan kasus korupsi penyimpangan penyaluran dana desa sebesar Rp 782 juta tahun anggaran 2016.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, mengatakan penahanan terhadap tersangka karena diduga terjadi penyalahgunaan, pembangunan lima infrastruktur di Desa Percut, Kabupaten Deliserdang.

Saat tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang melakukan pengecekan, ternyata pembangunan proyek tersebut masih ada yang belum dikerjakan.

"Tersangka Kepala Desa tersebut telah merugikan keuangan negara dari dana APBN untuk pembangunan desa yang diberikan oleh Pemerintah Pusat," ujar Sumanggar. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (21/10).

Menurutnya, tersangka CA sudah menjalani pemeriksaan di Kejari Deliserdang selama empat kali untuk kasus penyelewengan dana desa tersebut, dan selanjutnya dilakukan penahanan, serta dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Lubuk Pakam sejak Kamis (19/10) kemarin.

Penahanan tersebut, untuk memudahkan penyidikan terhadap tersangka CA.

"Kemudian, mencegah tersangka agar tidak merusak barang bukti, mengulangi perbuatan yang sama, dan berusaha melarikan diri," ucap mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu.

Sumanggar menambahkan, penetapan Kades sebagai tersangka, berdasarkan hasil ekspos atau gelar perkara yang dilakukan penyidik Kejari Deliserdang di depan para pimpinan.

Sebelum dilakukan penahanan terhadap orang pertama di Desa Percut itu, telah dilakukan pemeriksaan selama tiga jam. Bahkan, jelasnya, pada Agustus 2017, Kejari Deliserdang telah melakukan penggeledahan di Kantor Desa Percut dan menyita sejumlah dokumen yang terkait kasus korupsi tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kerugian negara atas kasus korupsi dana desa itu, mencapai Rp 400 juta, dan uang tersebut digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi," kata juru bicara Kejati Sumut.

Sumber : merdeka.com

Suami Ditahan, Istri Tewas Over Dosis di Diskotik

Fitri Semasa Hidup

Fitri (30) pengunjung diskotek asal Kota Kisaran tewas karena over dosis (OD) obat saat menikmati lantunan musik di KTV 03 diskotek NZ, Selasa (17/10) sekira 03.00 wib dini hari. Sementara Fadil Agam (31) suami Fitri tampak shock dengan kematian Fitri. Fadil yang saat ini mendekam di sel tahanan kepolisian akibat tersandung kasus narkoba di Polsek Patumbak.

Informasi diperoleh wartawan, Kamis (19/10), korban yang kost di Jalan Pasar XII, Marendal, Patumbak dan temannya datang ke NZ dan masuk ke KTV 03 di lantai 2. Disitu mereka menikmati lantunan musik DJ.

Setahu bagaimana, saat menikmati lantunan musik korban kejang-kejang hingga lemas. Melihat itu, rekan-rekannya coba memberi pertolongan namun nyawanya tetap tak terselamatkan. Setelah melalui beberapa proses, jenasah akhirnya diserahkan ke pihak keluarga dan selanjutnya dibawa ke kampung halamannya di Desa Silio-Lio, Kisaran, Asahan.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Tobing, Kamis (19/10) membenarkan adanya pengunjung diskotik NZ tewas. Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Marendal II, Jupri Antono mengakui ada warganya tewas atas nama Fitri. Namun jenazahnya sudah dibawa ke kampung halamannya. Iya, saya mendapat laporan dari keluarganya korban meninggal di diskotik. Jenazahnya sudah dibawa ke kampung halamannya,” bebernya.

Kepada wartawan Fadil Agam (31) yang tengah meringkuk di sel Polsek Patumbak mengaku sedih tak sempat melihat jenazah sang istri.

Status Agam suami Erlina diamini Panit Polsek Patumbak Iptu (Pol) Lumban Batu. Menurutnya, dengan temuan barang bukti 2 paket sabu, Agam ditangkap pihaknya pada Selasa siang 3 Oktober lalu.

Disaksikan oleh Erlina, sang istri, Agam dibekuk di rumahnya, Jalan Balai Desa, Pasar XII (Dusun II) Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Deliserdang. Siapa nyana, baru 2 pekan ditinggal suami masuk penjara, Erlina, yang bersama sejumlah temannya sepanjang Minggu (15/10) malam hingga Senin (16/10) dini hari lalu merayakan ulang tahun ke-31 di KTV 03 Diskotik New Zone (NZ).

Akhirnya Fitri meregang nyawa di tengah pesta liar itu. Dia dilaporkan tewas akibat over dosis mengonsumsi pil ekstasi yang dilaporkan marak beredar di diskotik di Jalan KL Sugiono/Wajir, Medan, itu.

Sumber : http://www.metroasahan.com

Friday, 20 October 2017

7 Keajaiban Dunia Pertama, Bagaimana Keadaannya Kini?

Colossus dari Rhodes.

Saat ini hutan Amazon, Macchu Pichu, Pulau Jeju, dan Pulau Komodo disebut sebagai salah satu keajaiban dunia saat ini. Bahkan Menara Pisa dan Candi Borobudur juga sempat menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Tetapi seperti apakah tempat-tempat yang pertama kali disebut sebagai keajaiban dunia?

Dahulu yang disebut keajaiban dunia adalah theamata, istilah Yunani yang digunakan untuk menamai bangunan-bangunan termegah ribuan tahun lalu. Keberadaan struktur-struktur menakjubkan tersebut diketahui dunia modern berkat tulisan para penjelajah dan sejarawan kuno seperti Herodotus.

Berikut ini adalah tempat-tempat yang disebut sebagai keajaiban dunia di zaman kuno serta kondisinya saat ini.

1. Mausoleum Halicarnassus - Turki

Mausoleum Halicarnassus.

Mausoleum merupakan sebutan untuk makam megah yang dibangun sebagai tempat bersemayam jenazah penguasa. Mausoleum yang satu ini dibangun untuk Raja Persia, Mauslos pada abad 4 SM.

Mauslos terkenal karena dedikasinya bersama sang istri, Artemisia untuk menjadikan Halicarnassus sebagai kota terindah di dunia. Mausoleum yang lantas menjadi tempat peristirahatan terakhir keduanya juga tak kalah menakjubkan dengan kota yang mereka bangun. Struktur makam memiliki tinggi 41 meter dan dihiasi pahatan indah.

Mausoleum yang tersohor itu hancur oleh serangkaian gempa yang meluluhlantakkan Halicarnassus. Selama ratusan tahun puing makam tersebut terlantar hingga akhirnya benar-benar dirobohkan pada tahun 1494. Sisa-sisa struktur makam lantas dipindahkan ke puri para Kesatria Santo Yohanes dari Malta di Bodrum.

2. Kuil Artemis di Ephesus - Asia Kecil

Kuil Artemis di Ephesus.

Kuil megah ini dibangun untuk menghormati Artemis sang dewi perburuan atas perintah Raja Croesus dari Lydia. Sang raja dideskripsikan Herodotus sebagai penguasa kaya raya dan tak segan menggelontorkan dana sebesar apa pun untuk segala hal yang dia inginkan. Tak heran jika Kuil Artemis di Ephesus disepakati para sejarawan sebagai salah satu struktur paling menakjubkan yang pernah dibangun manusia.

Kuil dibangun di Ephesus (dekat Selcuk, Turki) yang saat itu merupakan koloni Yunani di Asia Kecil. Konon, Kuil Artemis memiliki lebar 69 meter dan menjulang dengan tinggi 129 meter. 127 Pilar menyangga struktur bangunan yang diselesaikan dalam waktu 120 tahun tersebut.

Walaupun begitu hanya butuh waktu semalam untuk menghancurkannya. Seorang pria bernama Herostratus membakar habis kuil pada tanggal 21 Juli 356 SM semata-mata agar namanya diingat sejarah. Alexander Agung yang lahir pada hari Kuil Artemis dibakar menawarkan diri untuk membangunnya kembali. Namun para petinggi Ephesus menolak tawaran tersebut dan mendirikan kembali Kuil Artemis dengan ukuran yang lebih kecil. Setelah itu Kuil Artemis kembali hancur dalam serangan bangsa Goth. Setelah dibangun sekali lagi, giliran pasukan Kristen pimpinan Santo Yohanes Chrysostom yang meluluhlantakkannya pada tahun 401.

3. Colossus dari Rhodes - Laut Tengah

Colossus dari Rhodes.

Kalau peradaban modern mengenal patung Liberty yang menyambut kedatangan imigran ke Amerika Serikat, para penjelajah di masa lalu terpukau dengan kemegahan patung Colossus di Pulau Rhodes.

Patung perunggu setinggi 33,5 meter di Laut Tengah ini dibangun sekitar tahun 292-280 SM sebagai penghormatan untuk dewa matahari Helios yang menjadi pelindung pulau. Colossus yang memiliki ukuran luar biasa dan menjunjung tinggi obor merupakan inspirasi bagi patung Liberty.

Colossus dibangun dengan harta rampasan dari pasukan Demetrius yang berhasil dikalahkan oleh Rhodes pada tahun 304 SM. Sayangnya patung kolosal tersebut hanya berdiri selama 56 tahun. Gempa pada tahun 226 meruntuhkannya menjadi puing. Menurut Strabo, reruntuhan Colossus masih menjadi objek wisata menakjubkan hingga 800 tahun setelahnya. Sementara Theophanes menyebut pecahan-pecahannya dijual kepada seorang saudagar Yahudi dari Edessa pada tahun 654 untuk kemudian dilelehkan. Konon dibutuhkan 900 ekor unta untuk membawa potongan-potongan patung.

4. Mercusuar Alexandria - Mesir

Mercusuar Alexandria.

Mercusuar Alexandria rampung dibangun sekitar tahun 280 SM. Lokasinya berada di Pulau Pharos dengan tinggi mencapai 134 meter. Saat itu Mercusuar Alexandria merupakan bangunan tertinggi ketiga di dunia.

Pendirian mercusuar merupakan perintah Ptolemy I Soter. Mereka yang sudah pernah menyaksikan secara langsung menuliskan jika tak ada kata-kata yang bisa mendeskripsikan keindahan luar biasa Mercusuar Alexandria.

Tak hanya megah untuk disaksikan, Mercusuar Alexandria juga menggunakan teknologi yang cukup maju pada masanya. Bangunan tersebut merupakan mercusuar pertama yang menggunakan cermin untuk memantulkan cahaya matahari hingga puluhan mil di tengah lautan. Saat malam hari, sumber cahaya berasal dari perapian.

Mercusuar Alexandria nyaris rata dengan tanah setelah diguncang gempa pada tahun 956. Setelah itu dihantam gempa lagi pada tahun 1303 dan 1323. Pada tahun 1480, Mercusuar Alexandria benar-benar runtuh. Saat ini puing-puing mercusuar digunakan untuk membangun pelabuhan Quaitbey yang berdiri di atasnya.

5. Taman Gantung Babilonia - Irak

Taman gantung Babylonia.

Taman yang konon begitu menakjubkan ini merupakan satu-satunya keajaiban dunia yang masih melekat mitos. Bahkan lokasi berdirinya pun masih menjadi misteri karena tak ada sedikit pun puing yang tersisa dan ditemukan para arkeolog.

Taman gantung konon dibangun atas perintah raja Nebukadnezar II dari wangsa Babylonia antara tahun 605-562 SM. Lokasinya kemungkinan berada di Hillah atau Nineveh. Merupakan hadiah istimewa untuk istri sang raja, Amtis dari Media. Konon bernyanyi ratu merindukan bukit-bukit berbunga di tanah kelahirannya, jadi begoin bangunan taman.

Legenda mengatakan kalau Taman Gantung Babilonia dibangun di atas gunung buatan. Begitu indahnya hingga dideskripsikan sebagai taman surgawi. Diodorus Siculus, taman gantung berdiri di ketinggian 23 meter. Untuk mencapainya harus melalui anak tangga menuju bukit. Taman yang diperindah dengan berbagai flora dan fauna eksotis. Tumbuhan yang ada di sana senantiasa subur karena sistem pengairan yang bisa menyirami secara otomatis.

Tak sedikit ahli sejarah yang sangsi taman seluar biasa itu benar-benar ada. Selain itu lingkungan Taman Gantung Babylonia tidak bisa di dalam manuskrip sejarah Babilonia. Hanya Diodorus, Philo, dan Strabo yang taman ini di dalam tulisan mereka.

Tapi tidak perlu bukti mengenai mendekat Taman Gantung Babilonia bisa saja karena tempat ini tak bertahan lama. Sangat besar karena gempa bumi setelah abad pertama Masehi. Teori kontroversial yang dikemukakan Dr. Stephanie Dalley dalam bukunya menyebut kemungkinan besar taman gantung bukan dibangun di wilayah Babilonia, tapi di Nineveh. Pendirinya adalah Raja Sennacherib yang telah menaklukkan Babilonia dan membentuk dinasti Babylonia Baru. Hasil manuskrip sejarah membuktikan teori tersebut.

6. Patung Zeus di Olympia - Yunani

Patung Zeus di Olympia.

Patung raja para dewa Yunani kuno setinggi 12 meter ini sempat berdiri di Olympia, Yunani. Didirikan pada abad 5 SM oleh pemahat paling tersohor pada masa itu, yaitu Phidias. Phidias pula yang menjadi sosok di balik kemegahan Parthenon dan patung Athena di Athena.

Patung menggambarkan sosok Zeus tengah duduk di singgasana megah. Kulitnya terbuat dari gading dan jubah kebesarannya diukir dari emas. Keberadaannya menjadi pusat kekaguman di dalam Kuil Zeus Olympia yang juga memiliki ukuran luar biasa. Kuil Zeus mengalami kerusakan begitu agama Kristen menguasai Yunani. Patung sang dewa tertinggi lantas dipindahkan ke Konstantinopel pada abad 5 atau 6 sebelum akhirnya hancur karena gempa.

7. Piramida Agung Giza - Mesir

Piramida Agung Giza.

Piramida Giza dibangun di atas perintah pemerintah sekitar tahun 25842561 SM. Tempat ini berfungsi sebagai nekropolis (kota kematian), tempat persemayaman terakhir untuk raja-raja Mesir kuno. Tepatnya jasad Firaun Khufu (juga dikenal dengan nama Cheops) yang ada di sana.

Situs ini dikenal sebagai struktur tertinggi yang pernah dibangun umat manusia selama 4.000 tahun lebih. Saat itu para penjelajah terpesona pada simetri sempurna dan tinggi yang luar biasa. Eksplorasi bagian dalam piramida baru dilakukan pada abad 18 dan membuktikan kalau setiap hal piramida memang sengaja dibuat dengan desain arsitektur yang menakjubkan.

Piramida Agung Giza merupakan satu-satunya keajaiban dunia kuno yang masih bertahan saat ini. Meski bagian luarnya sudah hilang dan kiri bongkahan-bongkahan batu penyusun, sebagian besar strukturnya masih utuh.

Itulah deretan bangunan yang disebut sebagai keajaiban dunia pertama ribuan tahun lalu. Sekarang sebagian besar struktur itu sudah ada sedikit pun. Tentu begitu catatan mengenai keberadaannya saja sudah menjadi inspirasi untuk pendirian bangunan-bangunan megah yang bisa kita saksikan saat ini.