Rektor IST Akprind Amir Hamzah.
Berbagai kebohongan yang dilakukan oleh Dwi Hartanto mulai terungkap. Salah satunya adalah kebohongannya terhadap BJ Habibie. Dwi Hartanto mengaku jika dirinya sengaja diundang oleh BJ Habibie karena prestasinya yang mumpuni di bidang aerospace. Padahal pertemuannya dengan BJ Habibie ini tak lepas dari campur tangan KBRI Belanda.
Menanggapi hal itu, Rektor IST AKPRIND Amir Hamzah mengaku memiliki beban moral kepada Presiden RI ke 3 itu. Bahkan dia berencana akan meminta maaf kepada pakar dirgantara asal Indonesia atas perbuatan salah satu alumni kampus IST AKPRIND.
"Secara lembaga, AKPRIND akan meminta maaf kepada Habibie. Jika memungkinkan AKPRIND akan bertemu langsung dengan Habibie untuk memintas maaf," ungkap Amir saat konferensi pers di Kampus IST AKPRIND, Selasa (10/10).
Amir mengatakan, pihaknya memiliki beban moril seandainya tidak meminta maaf kepada Habibie. Beban moril yang ditanggung oleh IST AKPRIND ini diharapkan bisa tuntas paska bertemu dengan Habibie dan meminta maaf secara langsung.
"Beban moril bagi kami, dan menjadi lega kalau secara lembaga, kalau dimungkinkan menemui. Kalau memungkinkan bisa secara personal untuk berjumpa dengan beliau Bapak Bangsa, Bapak Teknologi, syukur-syukur kita bisa mengundang beliau ke sini. Kalau tidak dimungkinkan kami akan mengirim surat resmi (permintaan maaf)," urai Amir.
Amir menuturkan jika apapun yang terjadi, Dwi Hartanto merupakan alumnus dari IST AKPRIND. Meskipun, kata Amir, Dwi Hartanto tidak mau mengakui IST AKPRIND sebagai almamaternya.
"Meskipun dia (Dwi Hartanto) tidak mengakui kami sebagai bapaknya. Dia tetaplah alumnus IST AKPRIND," pungkas Amir.
0 comments:
Post a Comment